oleh

Selain Operasi, Melisa Dibangun Rumah

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Penderita penyakit jantung bocor mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya selain membantu selama pengobatan dan operasi di RS Gatot Subroto Jakarta, pihak Kodam II Sriwijaya dan Kodim 0409 Rejang Lebong membangun rumah untuk Melisa (10) di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Curup Timur.

Melisa anak yang menderita penyakit jantung bocor sejak kecil.

“Melisa mengidap penyakit jantung bocor sejak kecil, dan baru diketahui sejak umur sekitar 4 tahun,” jelas nenek Melisa, Batus Salamiah ditemui di kediamannya Rabu (6/12).

Batus Salamiah menyebutkan, sejak kecil Melisa belum mencicipi pendidikan lantaran penyakit yang dideritanya.

“Sakitnya dari kecil dan belum sempat sekolah, bagaimana mau sekolah, berjalan sedikit saja sudah kecapean,” ungkapnya.

Sementara itu ibu Melisa, Erna hanya penjual Kangkung.

“Ibunya pedagang Kangkung, dia membeli Kangkung dari petani kemudian dijual lagi. Melisa kabarnya sudah di operasi di Jakarta, mungkin seminggu lagi pulang ke sini,” paparnya.

Dengan diberikannya bantuan pengobatan dan dibuatkan rumah, ia mengaku sangat bersyukur.

“Saya berterima kasih pada Kodim karena Melisa akan dibuatkan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0409 Rejang Lebong, Lerkol Kav Budi Wirman didampingi Pasi Intel, Kapten Inf Botani Kenedi mengaku, awalnya, selain pengobatan, rumah Melisa yang tidak layak huni rencananya akan direhab saja.

Namun, setelah dilakukan pembongkaran, kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk direhab, sehingga harus di bangun baru.

“Rencana direhab, tapi setelah dilihat akan dibuat baru,” tuturnya.

Pembangunan rumah Melisa, kata Pasi Intel, dibangun di atas rumah nenek Melisa yang sudah dihibahkan untuk Melisa.

“Tanahnya sudah dihibahkan, sehingga bisa dilakukan pembangunan,” katanya.

Meski pembangunan rumah Melisa sepenuhnya ditanggung Kodim 0409 Rejang Lebong, namun jika ada masyarakat yang akan memberikan bantuan pada Melisa dipersilakan.

“Pembangunan rumah ini sepenuhnya tanggung jawab kita,” tambahnya.

Ia berharap dengan dibangunnya rumah layak huni, nantinya Melisa bisa beraktivitas di rumah layak huni.

“Mereka ini memang keluarga kurang mampu,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita