oleh

Sekolah Alam Insani Mulia Gelar Manasik Haji

SEKOLAH Alam Insan Mulia Kota Lubuklinggau sukses menggelar manasik haji di halaman Masjid Agung As-Salam, Senin (20/8).

Kegiatan yang diikuti ratusan anak, baik TK, SD hingga SMP itu diselenggarakan mulai pukul 08.00-11.30 WIB. Hadir pada momen itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Lubuklinggau diwakili Kabid PAUD dan PNF, Thabroni M Pd, Koordinator Pengawas, Drs Kholik dan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau. Tampak hadir pula, orang tua atau wali peserta manasik.

Ketua Pembina yang juga Direktur Sekolah Alam Insan Mulia Hj Mardalena kepada Linggau Pos, mengatakan manasik haji diadakan bertepatan dengan jadwal jamaah haji yang tiba di Padang Arafah untuk melakukan Wukuf dan kegiatan manasik haji ini merupakan agenda rutin setiap tahun dilakukan, bertujuan untuk bisa memotivasi para orang tua dan guru agar selalu menanamkan niat dan tekad yang kuat untuk dapat menunaikan ibadah, terutama melaksanakan rukun Islam yang ke lima dan menambah nilai keagamaan kepada anak didik.

“keutamaan menjadi tamu Allah, menyambut panggilan Allah Labaikallahu Humma Labaik, Labaikallahu Syarikalah Labaik. Sungguh luar biasa, semua doa akan diijabah oleh Allah SWT. Haji mabrur imbalannya surga.

Insya Allah semua dosa dan kesalahan bisa diampuni oleh Allah, dan yang paling penting, amalan yang paling baik setelah berjihad adalah menunaikan ibadah haji.” tutur ibu yang karib dipanggil Umi Lena dalam pidatonya.

Menurut Lena, siswa sekolah alam dan siswa TK Mardhotillah melaksanakan kegiatan manasik haji, sudah dimulai dari beberapa minggu lalu , dimulai dari simulasi pendaftaran baik ke bank maupun ke Kemenag agar dapat mengurus paspor. setelah itu simulasi pemeriksaan kesehatan. hingga puncaknya pada hari ini, dengan mengenakan pakaian ihram peserta sudah diajarkan niat memakai pakaian ihram dan larangan saat memakai pakaian ihram kemudian diajarkan pula niat berhaji.

setelah itu peserta simulasi berangkat menuju Arafah untuk menunaikan puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah, memperbanyak istighfar dan zikir di lanjutkan mendengarkan khotbah Arafah. kemudian anak-anak menuju Musdalifah bermalan di sana guna mempersiapkan kerikil untuk melontar jumrah kemudian Anak-anak juga diajarkan tata cara lontar jumrah, baik jumrah Ula, Wustho dan Aqobah. Dilanjutkan dengan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, setelah itu turut juga diajarkan salat sunah di depan Kakbah, setelah rangkaian itu, jemaah juga disunnahkan untuk meminum air zam-zam.

Kemudian anak-anak juga di ajarkan Sa’i yakni berjalan dari Bukit Safa hingga Marwah, namun saat tiba di pilar hijau, harus berlari –lari kecil, hingga tujuh kali. Setelah itu, diajarkan rukun haji terakhir yakni tahalul, yakni memendekkan rambut.

setelah kegiatan ini, 23 Agustus 2018, Sekolah Alam dan TK Mardhotillah akan menggelar pemotong hewan kurban sebanyak tiga ekor Sapi. yang diikuti seluruh siswa sekolah alam dan TK Mardhatilah dalam peringatan ibadah haji.

Luar biasa pembelajaran di sekolah alam terintegrasi secara lengkap dan semua dipraktikan, sehingga anak bisa merasakan langsung bagaimana proses ibadah haji. Dalam manasik haji ini tampak keseriusan dan kegembiraan yang di perlihatkan para peserta, hal ini dapat terlihat dari pakaian ihram serba putih yang dikenakan anak-anak ini. (CW01)

Rekomendasi Berita