oleh

Sekeluarga Nyaris Dicopet dalam Angkot

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Waspada aksi kejahatan di dalam angkutan umum.
Terbukti sekeluarga berasal dari Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, mampir menjadi korban pencopetan di dalam angkot yang mereka tumpangi.

Keluarga ini terdiri dari Mawi (47) istri, Linda (41) beserta kedua anak dan mertuanya hampir menjadi korban pencopetan.

Kejadian yang sempat mengagetkan warga, terjadi dalam angkot jurusan Simpang Priuk menuju Pasar Inpres. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (22/11).

Bagaimana kronologisnya? Bermula saat Linda bersama dengan suami, dua anak dan ibunya berangkat naik travel dari Kabupaten Empat Lawang sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka akan menuju Lubuklinggau untuk berobat di salah satu pengobatan rukiah berada di Jalan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Sekitar pukul 08.30 WIB lima anggota keluarga ini tiba di lokasi pengobatan rukiah. Namun saat tiba di lokasi pengobatan, orang akan ditemui tidak berada di tempat. Lantaran sedang berada di Palembang.

Kemudian, satu keluarga ini memutuskan berangkat ke Pasar Inpres untuk berbelanja dengan menaiki Angkot kuning. Sekaligus untuk mencari mobil untuk pulang ke Empat Lawang.

Dalam angkot ada enam penumpang dan satu orang sopir diantaranya, Linda bersama dengan suami, kedua anak dan ibunya, satu kernet, satu penumpang perempuan dan sopir.

Posisi duduknya, sopir sendirian sedangkan tujuh penumpang berada di belakang. Namun di samping Mawi ada kernet yang diduga penumpang ini yang melakukan pencopetan uang milik Mawi yang duduk di sampingnya.

Karena di samping kantong celana kanan dan kiri Mawi terdapat uang berjumlah Rp 20 juta. Diantaranya kantong kanan Rp 10 juta dan sebelah kiri Rp 10 juta. Namun uang tersebut diduga belum sempat dicopet oleh pelaku, karena terjatuh di dasar mobil.

Saat korban turun di perlintasan rel kereta api, Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II tepatnya di depan RSUD dr Sobirin mengecek uangnya sudah ada di dalam kantong celana sebelah kiri.

Linda mengatakan dirinya saat duduk di dalam angkot melihat ke arah kernet dan suaminya terus. Dirinya mencurigai gerak-gerik kernet itu.

“Suami saya itu membawa uang Rp 20 juta, diletakkan Rp 10 di kantong kanan dan Rp10 juta di kantong kiri. Pas sampai di pasar tepatnya di dekat rel kereta api kami turun. Pas turun saya langsung tanya suami saya untuk mengecek uangnya. Ternyata setelah dicek uang yang di kantong kanan sudah tidak ada. Langsung saja saya teriakan jambret kernet dan sopir itu,” kata Linda, Rabu (22/11).

Wanita berjilbab ini menjelaskan, secara kebetulan juga, saat berteriak ada anggota kepolisian yang sedang berjaga di sekitar lokasi. Jadi kernet dan sopir beserta mobil langsung diamankan polisi. Uang pasangan suami istri aman.

“Saya sebenarnya tidak mau panjang. Yang penting uang kami kembali. Karena kami mau berobat. Tapi saya yakin pelakunya kernet itu bekerja sama dengan sopir, sebab sempat membuntal-buntal jaket dan memberi kode antara kernet dan sopir,” tutupnya.

Secara terpisah, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres, Kompol Andi Kumara ditemui membenarkan telah terjadi pencopetan, saat ini pihaknya sedang dalam penyelidikan.

“Iya benar ada warga yang melaporkan kasus penjambretan, kasus sedang dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita