oleh

Sekda Launching Gerakan Stabilisasi Pangan

HARGA beras di Kota Lubuklinggau mengalami kenaikan melebihi angka 10 %. Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras semakin tinggi, Pemkot Kota Lubuklinggau melakukan gerakan stabilisasi pangan, bertempat di Komplek Pergudangan Bulog Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Rabu (10/1).

Gerakan tersebut merupakan gagasan dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), gerakan ini diresmikan langsung oleh Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani. Kegiatan ini juga dihadiri, perwakilan Kementerian Perdagangan RI, Toni, Kadisperindag Kota Lubuklinggau M Hidayat Zaini, serta tamu undangan lainnya.

H Rahman Sani mengatakan Gerakan Stabilisasi Pangan digagas untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan yang saat ini melonjak tinggi.

“Jadi sudah kebijakan pemerintah, untuk mengatasi lonjakan harga beras. Sebenarnya di Kota Lubuklinggau ini tidak kekurangan beras, cuma harganya aja yang melonjak,” ungkapnya

Dalam program ini Forum Bulog Lubuklinggau sudah menyiapkan 600 ton beras medium.

“600 ton tersebut, untuk cadangan sebelum panen pada bulan Maret nanti. Kalau sudah masuk bulan Maret masyarakat sudah banyak yang panen, jadi otomatis stok beras mereka banyak,” ungkap Rahman Sani.

Rahman Sani berharap dengan adanya Gerakan Stabilisasi Pangan ini, dapat membantu masyarakat yang kurang mampu, mengingat harga beras yang dijual cukup murah hanya Rp 9.000 per Kg.

Sementara itu perwakilan Kementrian Perdagangan RI, Toni menegaskan bahwa program ini sudah di-launching se-Indonesia. Dengan adanya gerakan ini, harga pangan bisa dikendalikan oleh pemerintah.

“Ini akan berjalan terus, saya apresiasi langkah kenaikan beras sekarang. Banyak orang yang bertanya. Tetapi Bulog langsung mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini tersebut,” ujar Toni

Toni menjelaskan, dalam gerakan ini nantinya Bulog menyalurkan komoditas pangan ke distributor beras, kemudian dipasarkan di seluruh sekitar wilayah Lubuklinggau. Sehingga, jika stok pangan di pasar berlimpah, maka harga pangan akan berlangsung turun.

“Ini langkah yang tepat, kumpulkan stok terus salurkan. Diharapkan tidak ada gejolak harga. Dan ini tidak membuat para spekulan berani mengambil risiko,” kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Hidayat Zaini mengatakan komoditi pangan yang akan disalurkan ke distributor, antara lain, beras dengan kualitas medium.

“Nantinya dalam sehari akan ada 1 ton dari Gudang Bulog yang akan didistribusikan ke sejumlah pasar-pasar atau ke mitra usaha,” ungkapnya

Untuk Gerakan Stabilisasi Pangan ini, hanya bahan pokok jenis beras saja yang dikeluarkan oleh Bulog.

“Kami melakukan Gerakan Stabilisasi Pangan ini setiap hari, sampai harga beras di pasar menurun. Karena saat ini harga beras di pasar, baik itu medium maupun premium mencapai Rp 9.500 – Rp 11.000 ribu,” terangnya

Harapannya, dengan adanya Gerakan Stabilisasi Pangan ini, dapat membantu masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya, yang menengah ke bawah, dan menstabilkan harga beras,” harapnya.(20)

Komentar

Rekomendasi Berita