oleh

Sejumlah Pertandingan SEA Games Batal

LINGGAU POS ONLINE – Topan Kammuri diperkirakan bakal menerjang daratan Filipina. Hal itu lantas berdampak, bersamaan dengan perhelatan SEA Games ke-30 yang sedang digelar di negara tersebut. Alhasil, beberapa ajang cabang olahraga dibatalkan dan dilakukan pejadwalan ulang.

Topan Kammuri diperhitungkan membawa angin dengan kecepatan hingga 185 kilometer per jam dan disertai hujan deras, yang bakal menerjang daratan Filipina pada Senin (2/12) malam atau Selasa dini hari.

Jalur yang dilalui topan meliputi dekat Manila, kota berpenduduk sekitar 13 juta orang sekaligus lokasi sebagian besar pertandingan SEA Games.

Adapun beberapa cabang olahraga SEA Games yang terdampak langsung Kammuri di antaranya selancar angin dan triathlon. Pasalnya, gelaran acara di Subic, yang berada di sebelah Barat Filipina menjadi, kawasan pertama yang terpengaruh Badai Kammuri.

“Selancar angin sudah dibatalkan hingga kami mempunyai gambaran jelas mengenai cuaca. Sementara triatlon untuk wanita dimajukan pada hari ini. Duatlon dimajukan pada Senin (2/12),” kata ketua panitia di Subic Ramon Agregado.

Namun penyelenggara SEA Games terus memantau perkembangan karena bisa jadi ada cabang olahraga lain yang terdampak.

COO SEA Games Ramon Suzara mengatakan, pihaknya menyiapkan rencana darurat untuk kemungkinan terburuk, meski demikian durasi SEA Games tidak akan diperpanjang.

“Misalnya, bola basket atau voli. Biasanya jika ada topan kompetisi tetap berlanjut tapi tanpa penonton,” ujarnya.

Sementara itu, hampir 70.000 warga Bicol, daerah pertama di Filipina yang akan diterjang topan, dengan sukarela mengungsi ke rumah kerabat dan penampungan-penampungan.

“Kami berharap tidak ada kerusakan, tapi mengingat kekuatannya, kami tidak bisa menghindarinya. Kami telah mengevakuasi warga yang berada di jalur topan,” kata Mark Timbal, juru bicara badan bencana nasional.

Biro cuaca juga memperingatkan, tanah longsor yang disebabkan hujan deras serta naiknya gelombang laut di pesisir timur negara itu dengan ketinggian hingga 3 meter.

Filipina dihantam rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun, menewaskan ratusan orang. Topan paling mematikan di Filipina yang tercatat adalah Haiyan pada 2013, menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas dan hilang.(*)
Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita