oleh

Sejak Menikah IRT Ini Sering Dianiaya Suami

LINGGAUPOS.CO.ID- Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial PD (34), menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya sendiri FM (35). akibatnya, korban mengalami luka serius hingga saat ini masih dirawat di RSUD Prabumulih.

Kekerasan dalam rumah tangga (DRT) ini dialami korban sejak awal menikah. Puncaknya, Senin (19/4/2021), sekitar pukul 05.30 WIB lalu. Korban dianiaya hingga mengalami luka lebam di bagian wajah, jari tangan patah, luka cekikan di leher, perut ada bekas injakan di sekujur tubuh.

Peristiwa ini sudah dilaporkan ibu kandung korban, MW (51) ke Unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih. Dan, kasusnya saat ini tengah ditangani penyidik.

“Sering aniaya sejak pertama kali menikah tahun 2008 nikah. Sudah hampir 13 tahun memang galak mukul suami aku. Aku bertahan selama ini, gara-gara anak,” terang korban.

Korban juga mengaku rela jika suaminya ditangkap dan ditahan oleh polisi. “Aku rela suami aku masuk penjara, aku lah bertekad sudah tidak mau berumah tangga lagi dengan suami aku. Kalau lah masuk penjara, baru tahu kekebalan dilakukannya,” bebernya.

Selain melaporkan kejadian ini ke polisi, korban juga meminta pendampingan dari Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hingga kasus KDRT-nya tuntas.

“Sudah lapor ke polisi, sudah itu kita lakukan pendampingan Satuan Tugas (Satgas) P2TP2A. Semoga laki anak saya diproses hukum, dan diberikan hukum setempat,” harap Milawati, ibu kandung korban.

Terpisah, Kepala DPPKBP3A, Eti Agustina SKM MKes didampingi Ketua Harian P2TP2A, H Jhon Fitter SH MH mengatakan, kalau pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban.

“Kasus KDRT ini, akan kita kawal hingga tuntas. Apalagi, tindakan dilakukan suaminya terhadap korban sangat kejam,” beber Eti.

Pihaknya juga meminta Polres Prabumulih segera menangkap suami korban. Sebagian, efek jera terkait kasus KDRT ini. “Nanti, sesegera mungkin kita akan menghadap Pak Kapolres. Untuk mempercepat proses hukumnya,” pungkasnya.

Kasatgas, H Jhon Fitter S MH mengatakan, kalau kasus KDRT pelaku bisa dijerat UU No 13/2004 dan UU No 23/2014 tentang KDRT. “Ancaman hukuman bisa 15 tahun,” tutupnya.(*)

Sumber: sumeks.co

 

Rekomendasi Berita