oleh

Sehari Mendapatkan 100 Kg Rumput

Melihat Pengumpul Pakan Ternak

Mencari rumput menjadi rutinitas sehari-hari bagi Evit. Peternak sapi asal Desa A Widodo Kecamatan Tugumulyo menjalankan kerja tersebut.

Laporan Suwito, Tugumulyo

Bagi peternak sapi, rumput sangat penting untuk membuat ternak mereka bertahan hidup. Hingga bertumbuh besar. Ketika mereka akan menjual hasil bisa dihargai pembeli dengan harga tinggi.

Atas dalih itu, Evit dituntut harus cekatan dalam mencarikan pakan untuk ternaknya saat ini. Meskipun diakuinya harus berkeliling hingga puluhan kilometer, setiap hari ia harus berhasil mengumpulkan rumput dari petani yang gagal panen atau rumput liar.

Diakuinya tentu saja tidak terlalu sulit dalam mencari makanan ternak, pasalnya di Desa A Widodo cukup banyak rumput liar serta petani yang gagal panen. Padi yang gagal dipanen tersebut bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak.

“Asalkan kita mau keliling, tidak terlalu sulit,” kata Evit.

Selain rela berkeliling, ia pun harus mempunyai trik dalam mencari pakan ternaknya. Seperti ramah kepada semua petani dan rela menunggu berjam-jam hingga hasil panen usai. Bagi Evit, itu tidak menjadi masalah karena sudah terbiasa.

“Tidak menjadi masalah namanya juga bekerja memang ada prosesnya. Karena ini kita meminta cuma-Cuma, sehingga harus sabar dan juga harus memiliki etika yang baik. Karena jika tidak begitu maka pemilih sawah tidak mau memberikan,” cerita Evit kepada Linggau Pos, Rabu (6/12).

Evit mengaku selama ini dirinya tidak mengalami kesulitan, karena memang selain memiliki banyak sawah juga pemilik sawah tidak keberatan ketika padi hasil gagal panen tersebut diberikan.

“Saya bekerja mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, biasanya dalam sehari bisa mendapatkan 50 Kilogram (Kg) hingga 100 Kg rumput, meski cukup berat membawanya namun bagi saya tidak menjadi masalah,” ucapnya.

Maka dari itu, Evit mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani yang sudah berkontribusi untuk dirinya dan keluarganya. Karena jika tidak dibantu oleh pemilik sawah tentu saja pria yang ramah ini kesulitan dalam mencari makanan ternak. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita