oleh

Segera Layani MRI dan Hemodialisa

Walikota Tanda Tangani Prasasti RS Siloam Silampari

Kemarin, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menandatangani prasasti RS Siloam Silampari. Ada beberapa pesan penting yang disampaikannya kemarin.

Laporan Sulis, Taba Jemekeh

RS Siloam Silampari diresmikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir H Alex Noerdin, 11 Januari 2018 lalu. Dan 22 Januari 2018 penandatanganan prasasti peresmian RS Siloam Silampari ini dilakukan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Direktur Medic RS Siloam Silampari, dr Susanti Abdi Wijaya, kemarin mengatakan, berdirinya Siloam Silampari untuk menghadirkan pelayanan kesehatan bermutu berdasarkan keselamatan pasien. Rumah sakit tersebut, kata dr Susanti, merupakan perwujudan visi Siloam untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah.

Bahkan, RS ini mengacu pada standar internasional dan menerapkan belas kasih tuhan dalam pelayanannya.

Selain rawat jalan, RS Siloam juga melayani rawat inap dengan fasilitas 145 room dan tiga kamar operasi didukung oleh 28 dokter siaga. Bahkan, Sumber Daya Manusia (SDM) di RS Siloam Silampari ini juga terkoneksi dengan dokter-dokter di Jakarta.

Perwakilan Lippo Group, dr Anang Prayudi didamping Debby dan drg Sian Tjoe (Siloam Hospitals) memastikan, dalam beberapa bulan ke depan RS Siloam Silampari juga akan melayani hemodialisa (cuci darah) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sementara kerja sama dengan BPJS Kesehatan akan segera dilakukan.

Dr Anang mengakui, membangun rumah sakit di luar pulau Jawa (daerah) terlebih swasta bukanlah hal mudah.

Anang melanjutkan, berkat dukungan penuh dari Walikota Lubuklinggau dan Kepala Dinas Kesehatan Idris, sejak awal hingga kini, akhirnya RS Siloam Silampari bisa berdiri dan mulai melayani pasien.

“Saya sangat bahagia, Minggu (21/1), lahir bayi pertama di RS Siloam Silampari ini. Kami usulkan namanya Putri Silampari. Namun kami belum tahu disetujui atau tidak oleh kedua orang tuanya. Pasien kami ini dari Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas,” jelasnya.

Menurut Anang, pihaknya sangat bersyukur bisa hadir ke Lubuklinggau. Sehingga bisa melayani kesehatan masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya.

“Yang bisa berobat ke sini, bukan golongan menengah saja. Tapi semua golongan. Semua kami layani,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Lubuklinggau mengatakan, dukungannya untuk Siloam Hospitals Group agar cepat mendirikan RS di Lubuklinggau sesungguhnya selaras dengan tagline yang kini diterapkannya. Yakni BISA, salah satunya pada kepanjangan S yakni Speed (percepatan).

“Alhamdulillah syukur, di akhir masa jabatan saya RS Siloam Silampari ini selesai dibangun. RS Siloam ini rumah sakit ke 32 di Indonesia. Artinya, ada dua provinsi yang belum ada RS Siloam. Tapi Lubuklinggau kota kecil di ujung ini justru sudah ada RS Siloam Silampari,” terangnya.

Walikota tak menampik, di awal pembangunan RS Siloam, banyak saran dan masukan. Lalu ia berusaha menyampaikan kepada masyarakat, bahwa Lubuklinggau butuh daya saing. Bukan pesaing.
“Ini yang saya sering sosialisasikan,” terangnya.

Walikota memastikan, sekalipun hanya 220.000 penduduk Lubuklinggau, namun orang yang tinggal di kota ini lebih dari 500.000 orang.

“Karena banyak yang kost di sini. Apalagi akhir pekan, banyak yang belanja, makan, nonton dan berwisata ke Lubuklinggau. Jadi besar harapan saya kehadiran Siloam semoga bisa jadi daya saing. Sehingga kalau berobat nggak perlu lagi ke Palembang. Ini jadi warna tersendiri, Lubuklinggau membangun daya saing. Bukan pesaing,” jelasnya.

Ia berharap RS Siloam Silampari memberikan pelayanan yang baik di Kota Lubuklinggau.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita