oleh

Sedang Meracun Ikan Ditembak OTK, Satu Warga Musi Rawas Tewas

-Kriminal-915 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Peristiwa penembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) terjadi di wilayah Kebun PT Binasain Cemerlang, Dusun 7, Desa sungai Pinang dalam, Kecamatan Muara Lakitan, Kamis (1/8) sekira pukul 20.00 WIB, yang menyebabkan seorang warga setempat atas nama Naswan (39), warga Base Camp Divisi I Binasain Cemerlang, meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Muara Lakitan, Iptu Romi, saat dikonfirmasi, Minggu (4/8), membenarkan peristiwa penembakan tersebut. Iptu Romi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif dan identitas pelaku penembakan misterius yang menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis kecepek tersebut.

“Memang benar ada peristiwa tersebut. Namun belum ada pihak yang melaporkan kejadian tersebut pada kami. Sementara kronologis kejadian sudah kami buat dan sudah dilaporkan ke Mapolres Mura,” jelas Iptu Romi.

GRFIS PENEMBAKAN

Iptu Romi mengaku, dirinya beserta Kanit Reskrim Polsek Muara Lakitan dan anggota lainnya langsung mendatangi kediaman korban di wilayah Sungai Pinang usai kejadian. Selanjutnya, terang Iptu Romi, pihaknya juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil olah TKP dan introgasi terhadap para saksi, didapati keterangan bahwa wilayah sungai tersebut adalah aset desa Sungai Pinang dan sudah dilelang kepada pemenang lelang atas nama Romi Badarudin, warga Desa Sungai Pinang bersama dengan empat orang lain atas nama Meri Kusno, Thomas Edison, Sarbini dan Kholipa,” terang Kapolsek.

Keempat orang pemenang lelang tersebut, lanjut Iptu Romi, berdomisili di Desa Sungai Pinang. Sedangkan salah seorang yang bernama Sarbini, jelas Iptu Romi, merupakan karyawan PT BSC selaku sekuriti dan berdomisili di Basecamp PT BSC Divisi VI.

“Keterangan dari ketiga saksi yang melakukan pemutasan bahwa setelah kejadian mereka melihat asap dari arah letusan yang diduga senpira jenis kecepek dan melihat cahaya senter untuk penerangan. Kemudian mereka juga mendengar suara sepeda motor dengan suara yang nyaring,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Adi Pati Unus, selaku Sekdes Sungai Pinang, diketahui bahwa di ujung Sungai Pinang, tepatnya di Sungai Bakil, terdapat corong tempat mengambil hasil ikan sungai dan juga sebuah pondok milik Sarbini.

Mengetahui hal itu, Iptu Romi dan anggotanya langsung melakukan penggeledahan di dalam pondok milik Sarbini. Selama penggeledahan di dalam pondok, terang Iptu Romi, pihaknya berhasil menemukan barang bukti (bb) berupa mesiu dan sabut kelapa, serta pengisi mesiu ke dalam senpira kecepek.

“Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak PT BSC guna memanggil saudara Sarbini. Namun yang bersangkutan dikabarkan sudah berangkat ke Desa Sungai Pinang dengan alasan untuk melayat korban yang meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Iptu Romi menambahkan, jenazah korban penembakan telah dikebumikan di Desa Sungai Pinang selepas shalat Jumat. Selanjutnya unit reskrim Polsek Muara Lakitan memanggil para saksi untuk di mintai keterangan di Mapolsek Muara Lakitan.

“Tindakan selanjutnya, kami menyampaikan ke pihak keluarga korban agar membuat Laporan Polisi (LP) dan melakukan koordinasi dengan pihak perangkat desa agar menghimbau pelaku penembakan untuk segera menyerahkan diri,” pungkas Iptu Romi.

Dari informasi yang diterima, peristiwa penembakan dialami oleh empat orang warga yang sedang menangkap ikan dengan cara diputas atau diracun, di areal aliran Sungai Pinang, Anak Sungai Musi, oleh seseorang yang tidak dikenal.

Adapun penembakan tersebut mengakibatkan salah satu dari empat orang yang melakukan pemutasan di sungai tersebut meninggal dunia akibat luka tembak yang mengenai bagian perut kanan korban hingga tembus ke pinggang kirinya.

Kronologis kejadian tersebut bermula saat keempat orang atas nama Nazwan (39), Deni (29), Rizal (30) dan Andi (20), yang masih warga sekitar memulai aktifitas meracun ikan. Setelah lebih kurang dua jam menjalankan aktivitasnya, tiba-tiba terdengar suara letusan dan langsung mengenai satu Nazwan.

Akibat dari luka tembak tersebut tiga rekan Nazwan lainnya langsung menghentikan aktifitasnya dan menolong korban dengan menggotongnya ke tepi sungai.

Selanjutnya, Naswan yang mengalami luka tembak langsung dilarikan ke klinik dr Reno di wilayah Desa Semangus. Diduga kondisinya yang semakin memburuk, korban kemudian di rujuk ke rumah RS Siti Aisyah Lubuklinggau. Namun nahas, nyawa korban tak tertolong lagi dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Siti Aisyah. (*)

Sumber Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita