oleh

Sebelum Pandemi Omset Rp6 Juta, Sekarang Tak Sampai Rp1 Juta

LINGGAUPOS.CO.ID – Sejak Pandemi Covid-19, hampir semua sektor perekonomian terkena dampaknya. Termasuk juga jasa bordir pakaian yang berada di kios Pasar Musi II, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Biasanya untuk di pakaian ataupun seragam sekolah, seragam kerja dan lainnya. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Di Pasar Musi II, Tebing Tinggi ada tempat bordir yang cukup dikenal di Tebing Tinggi, Empat Lawang. Nama kiosnya Toto Bordir. Cukup mudah mencari kiosnya karena, karena menggunakan namanya si pengrajin bordir dan diklaim satu – satunya tempat bordir yang ada di Tebing Tinggi.

Bahkan Toto, sudah hampir sepuluh tahun menekuni jasa bordir segala macam jenis baik nama maupun logo – logo. Semua bisa di bordir ditempatnya.

“Hari ini ada pesanan bordir pembuatan nama untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Lahat,” kata Toto sembari bekerja. Selasa (2/3/2021).

Dikatakannya, walaupun di kios pasar Musi II banyak tukang jahit namun dirinya berani untuk berbeda dengan yang lain yaitu khusus tukang bordir.

Namun dirinya mengungkap sejak adanya pandemi Virus Corona penghasilannya berkurang drastis.

Kalau sebelum pandemi setiap awal tahun atau setiap ajaran baru dirinya selalu kebanjiran orderan dari sekolah ataupun dari dinas – dinas se Kabupaten Empat Lawang untuk membordir atribut.

“Kalau sebelum pandemi omset perbulan itu sekitar 5 sampai 6 juta, tapi sejak pandemi hanya setengahnya saja bahkan tidak sampai 1 juta dalam sebulan karena sepi sejak sokolah daring,” tuturnya.

Dirinya berharap pandemi segera berakhir agar perekonomian kembali seperti sediakala dan bisa meningkatkan perekonomian usaha kecil seperti tukang jahit atau pun bordir.

“Dampak pandemi ini memang sangat terasa sekali. Anak-anak tidak bisa sekolah secara tatap muka, sehingga pakaian sekolah jarang dipakai. Pelanggan kami juga sepi, tidak banyak yang bordir pakaian,” imbuhnya.

Sementara, Angga salah seorang pelanggan mengatakan kalau dirinya memang sudah sering membordir di tempat mas Toto baik untuk membuat nama ataupun membuat logo.

“Sudah sering kami membordir karena memang disini satu – satunya yang bisa bordir di Tebing Tinggi dan juga harganya tidak terlalu mahal,” ungkapnya.

Angga juga berharap pandemi Covid segera berlalu sehingga sektor perekonomian bisa pulih kembali dan masyarakat tidak was-was lagi dengan adanya virus Corona ini. (*)

Rekomendasi Berita