oleh

Sebelum KBM Wajib Baca 15 Menit

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Hal itu disampaikan Kepala SMK Yadika Lubuklinggau, CH Ibramsyah, Rabu (6/12).

“Gerakan Literasi Sekolah itu tujuannya menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literatur. Selain itu, gerakan literasi juga sebagai upaya menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan serta menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca,” papar CH Ibramsyah.

Ia memastikan gerakan literasi sekolah mampu memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2015.

“Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik,” tambahnya.

Di SMK Yadika, gerakan literasi ini dibuktikan dengan adanya pojok baca. Baik di tangga sekolah, di dekat kantor, di halaman sekolah, ruang tunggu, dan kelas.

“Jadi di manapun siswa kami berada, mereka bisa menjangkau pojok baca. Mereka tetap bisa menambah ilmu,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita