oleh

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa, Korban Melawan dan Melarikan Diri

LINGGAUPOS.CO.ID – Petugas Polsek Nibung, Selasa (29/9/2020) melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan dan pemerkosaan
yang diduga dilakukan tersangka Anto Wijaya (19). Rekonstruksi yang dipimpin
Kapolsek Nibung, AKP Denhar di kebun dekat Mapolsek Nibung.

BACA JUGA:

Bocah 10 Tahun di Muratara Dibunuh, Mayatnya Diperkosa

Ini Alasan Pelajar di Muratara Bunuh dan Perkosa Mayat Bocah 10 Tahun

Ada 16 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Dalam rekonstruksi itu terungkap, Kamis (24/9) sekitar pukul 17.30 WIB tersangka saat akan mandi di sungai tiba-tiba melihat korban sedang
berjalan di belakangnya.

Korban terlihat membawa karung berisi
sembako. Korban akan mengantarkan
sembako itu untuk ibunya di kebun. Melihat korban sendirian, tersangka langsung masuk ke dalam hutan berniat ingin mencegat korban.

Setelah masuk ke dalam hutan, tersangka langsung menghadang korban di jalan. Setelah dicegat tersangka langsung menarik korban ke kebun karet. Di situ, tersangka memukul pundak korban dua kali.

Sehingga korban terjatuh. Namun korban bangkit dan langsung meninju wajah tersangka. Tersangka langsung menarik korban, sehingga korban terjatuh.

Setelah korban terjatuh, tersangka langsung membenturkan kepala korban ke pohon karet sebanyak tiga kali.

Setelah dibenturkan korban sempat melarikan diri sekitar lima meter. Namun korban terjatuh kembali dengan kondisi badan telungkup. Setelah terjatuh korban mencoba lari kembali tetapi terjatuh lagi.

Saat korban jatuh, tersangka langsung mendekati korban dengan kondisi tidak berdaya. Tersangka langsung menyeret korban dan memerkosanya.Melihat korban tidak bergerak lagi, tersangka menyudahi aksinya dan langsung pergi.

Tersangka membawa karung yang berisi sembako milik korban. Setelah tersangka pergi karung tersebut diletakkan di pinggir sungai.Lalu tersangka pulang ke rumah.

Setelah hilang dua hari, Sabtu (26/9/2020) sekitar 07.30 WIB korban temukan oleh keluarganya tergeletak di kebun karet dalam kondisi tak berbusana. Saat divisum, kuat dugaan korban menjadi korban pembunuhan
dan pemerkosaan.(*)

Rekomendasi Berita