oleh

Sebagian Besar JCH Risiko Tinggi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – 220 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Lubuklinggau bakal bertolak ke tanah suci tahun 2018 ini. Dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau mendata lebih dari separuh JCH risiko tinggi kesehatan.

Kadinkes Kota Lubuklinggau, Idris didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), dr Jeannita Sri A Purba, Kamis (19/4) mengatakan JCH risiko tinggi yang dimaksud terbagi dalam tiga kategori. Pertama JCH usia atas 60 tahun tanpa penyakit, kedua JCH atas 60 tahun dengan penyakit dan kategori ketiga, JCH bawah 60 tahun dengan penyakit.

“Kalau yang risiko tinggi ini hampir separuh. Namun, yang pasti ada 75 JCH yang usianya di atas 60 tahun dengan penyakit dan ada 7 JCH usia bawah 60 tahun dengan penyakit. Jadi sebenarnya sebagian besar JCH ini usianya di atas 60 tahun,” jelas dr Jeannita.

Pengategorian tadi, terang Jeannita, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 15 Tahun 2016 tentang Istitoah Jemaah Haji. Jadi harus diperiksa untuk diketahui kemampuannya melakukan haji atau tidak, dilakukan sejak JCH dapat nomor kursi sampai berangkat.

“Jadi pemeriksaannya bisa melalui Puskesmas. Nah, selama ini ada dua JCH tadinya sehat di bawah 60 tahun, tiba-tiba stroke. Namun tetap dinilai mampu berangkat haji, namun didampingi. Sementara dari data sementara kami ada 10 JCH hipertensi, namun ada 47 JCH hipertensi dengan penyerta seperti diabetes, asam urat, dan stroke,” jelasnya.

Selain itu, ada juga dua orang JCH hipertensi dengan gangguan ginjal. Sementara JCH yang menderita asma dengan penyerta diabetes, gangguan pendengaran, sakit maag, kolesterol dan lain –lain ada tiga orang. Ada juga tujuh JCH yang mengalami gangguan keseimbangan, seperti vertigo.

“Nah, seorang JCH lumpuh salah satu kakinya,” jelas dr Jeannita lagi.

Dari 220 JCH yang bakal berangkat itu, 10 JCH masuk kategori wajib didampingi.

Mengenai kesiapannya, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Lubuklinggau, H Luthfi Ishak melalui anggota, Win Rahman mengatakan persiapan JCH yang akan berangkat menunaikan ibadah haji sudah hampir 100 %.

“Alhamdulillah sudah siap, sekitar 85% para JCH melaksanakan tahapan,” kata Win Rahman, Kamis (19/4).

Win Rahman menjelaskan, selain itu JCH juga sudah mengikuti rangkaian persiapan haji. Diantaranya Manasik Haji selama dua hari dalam satu minggu yakni Sabtu dan Minggu menjelang puasa.

“Manasik Haji sebenarnya sudah lama dilakukan mulai dari November hingga menjelang Ramadhan 1439 H dalam 43 pertemuan,” jelas Win Rahman.

Sedangkan setiap Sabtu pagi dilaksanakan olahraga yakni jalan-jalan seputaran Taman Olahraga Silampari (TOS) kemudian dilanjutkan senam bersama untuk menjaga stamina.

“Setiap, Minggu akan dilaksanakan Salat Subuh di Masjid Baitul Kholid di depan MTs Negeri Kelurahan Megang selanjutnya kembali dilakukan manasik haji,” tutupnya.

Sementara di Kabupaten Musi Rawas (Mura), 214 JCH dinilai mampu menjalankan ibadah haji 2018 ini.

Namun dari jumlah itu, Kadinkes Musi Rawas drg Hj Miptahullummi melalui Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Sulastri Tarini Yuliani menjelaskan, ada 135 JCH tergolong risiko tinggi.

“Sebenarnya setiap JCH usianya diatas 60 tahun masuk kategori risiko tinggi. Tahun 1438 H/2017 lalu juga demikian. Oleh karena itu, kami harap peran serta dari Posbindu di setiap puskesmas, untuk turut memantau kesehatan JCH ini,” jelas Sulastri.

Rata-rata JCH dari Kabupaten Mura menderita diabetes militus dan hipertensi.

“Khusus JCH dari Kecamatan BTS Ulu berjumlah enam orang risiko tinggi semua. Termasuk juga yang dari Kecamatan Purwodadi, yang tahun ini hanya memberangkatkan dua JCH semuanya risiko tinggi,” terang Sulastri lagi.

Sedangkan Kecamatan Megang Sakti yang memiliki jumlah JCH terbanyak yakni 54 orang, 75 %-nya risiko tinggi.

“Namun, sejauh ini 135 JCH itu memenuhi syarat kemampuan haji. Namun sebagian besar ada yang dengan syarat, misalnya harus pakai kursi roda, didampingi dan sebagainya,” terang Sulastri lagi.

Khusus JCH yang risiko tinggi ini akan ada pendamping yang mengontrol pola makan, mengingatkan minum obat dan memeriksa kesehatannya.

“Tahun ini JCH dari Kabupaten Musi Rawas yang tertua usia 83 tahun atas nama Sumini Kasan Woryo dari Kecamatan Tugumulyo. Sementara JCH termudanya Ani Mufarida dari Kecamatan Megang Sakti,” terang Sulastri lagi.

Menurutnya, melihat riwayat kesehatan JCH ia optimis semuanya bisa berangkat menunaikan ibadah haji dengan lancar.

“Kalau tahun lalu ada seorang JCH yang batal berangkat, karena menderita gagal ginjal, dan harus rutin cuci darah,” imbuhnya.(02/03)

Rekomendasi Berita