oleh

SDN 3 Siapkan Pojok Baca

Di Setiap Ruang Kelas

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK TANJUNG – Religius adalah salah satu dari 18 nilai–nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang menjadi pola didik anak di semua jenjang pendidikan formal. Dan religius adalah nilai pertama yang harus diberikan kepada anak didik dalam pengembangan pendidikan karakter.

Kata Kepala SD Negeri 3 Lubuklinggau, Betty Mariana Pane kepada Linggau Pos, Jumat (8/12). Ia mengatakan jika saat ini dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) anak didiknya rutin lakukan penanaman nilai-nilai agama.

“Karena nilai agama merupakan nilai dasar yang harus dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Dan tentunya penanaman nilai agama ini juga harus dimulai dari rumah, sehingga wawasan anak akan bertambah dan mudah dalam membentuk perilaku anak tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, penanaman nilai-nilai agama dilakukan dari hal-hal yang sederhana, misalnya berdoa sebelum belajar, kegiatan praktik salat dan mengaji, kegiatan hari-hari besar keagamaan seperti yang kita laksanakan hari ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mendidik anak mengucapkan salam ketika bertemu ataupun masuk ruangan, bersalam-salaman dengan guru ketika masuk sekolah dan lainnya.

“Dan yang terbaru, kita telah menyediakan pojok baca di setiap ruang kelas, yang mana pada pojok baca tersebut kita isi dengan banyak buku-buku agama, dan mewajibkan anak-anak membaca 10-15 menit setiap paginya sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Dan Alhamdulillah kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan baik dalam beberapa bulan ini,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, di setiap kesempatan Kepala SD Negeri 3 Lubuklinggau, Betty Mariana Pane bersama guru rutin memberikan nasihat dan motivasi kepada anak agar dapat menjalankan kewajiban sebagai umat bergama, menceritakan kisah-kisah keagamaan, baik berupa cerita sejarah atau kisah inspiratif dari tokoh agama dan tentunya mengajarkan anak untuk bersikap toleransi kepada pemeluk agama lain sesuai dengan ajaran agama.

“Dan tentunya penanaman nilai agama juga harus dilakukan orang tua di rumah, karena menjalankan nilai keagamaan pada kehidupan di rumah akan mudah membentuk perilaku anak. Karena nilai agama inilah yang akan menjadi landasan dasar  untuk anak dalam beraktivitas, dan bisa menjadi filter atau penyaring alami terhadap sikap dan perilaku yang cenderung negatif,” paparnya.

Dengan menanamkan nilai agama sejak dini, anak menjadi tahu mana yang baik dan boleh dilakukan dan yang tidak. Serta anak akan dengan mudah untuk menyerap dan merefleksikannya nilai-nilai agama tersebut pada saat berbicara, bersikap, dan bertingkah laku di segala aktivitas bersama teman-temannya. (AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita