oleh

SDM Lemah, Desa Belum Sampaikan Realisasi Dana Desa

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Hingga akhir November 2017 ini masih ada desa yang belum menyampaikan laporan realisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2017. Dari 82 desa yang ada, desa yang belum menunaikan kewajibannya itu ada delapan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara, Firdaus melalui Staf bidang Pemerintahan desa dan otonomi desa, Randi Juansa, Minggu (26/11).

Sampai sekarang untuk penyampaian realisasi penggunaan ADD, DD tahap pertama tahun 2017 baru 74 yang sudah menyampaikan laporan, sementara delapan desa belum,” kata dia.

Delapan desa tersebut yakni, Batu Gajah Lama Kecamatan Rupit, Desa Bukit Langkap Kecamatan Karang Jaya, Desa Napalicin Kecamatan Ulu Rawas, Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, Desa Ketapat Bening, Desa Beringin Sakti, Desa Air Bening Kecamatan Rawas Ilir, Desa Sumber Sari Kecamatan Nibung.

Lebih lanjut, Tapi dari delapan desa tersebut, ada dua yakni Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo dan Desa Sumber Sari Kecamatan Nibung yang belum menyampaikan ekporan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskuedes) ke Satuan Tugas (Satgas) atau admin DPMD-P3A Kabupaten Muratara.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Muratara, H Duman Fachsyal melalui Kepala Bidang Anggaran, Izhar Rusdi membenarkan sampai akhir November 2017 ini masih ada delapan desa lagi yang belum menyampaikan laporan realisasi penggunaan DD tahap pertama.

“Benar sampai sekarang masih ada delapan desa yang laporan penggunaan DD tahap pertama belum masuk ke kita, apa mungkin masih di kecamatan,” kata Izhar, Minggu (26/11).

Dijelaskannya untuk pencarian tahap kedua, untuk seluruh desa belum dicairkan oleh Pemerintah pusat, tapi dari target yang diberikan KPPN, sudah pihaknya sampaikan yakni realisasi penggunaan dan laporan sebesar 75 % dari seluruh desa yang ada.

“Kita sudah menyampaikan laporan realisasi DD tahap pertama ke pusat, sesuai target 75 % sudah terpenuhi,” sebutnya.
Sebagaimana sistem informasi keuangan daerah, untuk mengetahui kapan pencairan kemungkinan dalam minggu ini ditransfer ke kas daerah, dan akan disalurkan kepada desa yang sudah mengajukan untuk pencarian tahap dua.

“Insya Allah dalam minggu ini akan ditransfer oleh pemerintah pusat sesuai dengan jumlah per desa, kurang lebih Rp 300 juta lagi yang akan disalurkan,” bebernya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten, Ahmad Bastari menyayangkan lambannya pencairan DD, mengingat hampir menjelang akhir tahun.

“Tentunya kita menyayangkan kenapa DD tahap kedua belum juga cair, mengingat ini sudah hampir tutup tahun,” sebutnya.

Menurutnya, keterlambatan ini disebabkan lambannya para pemerintah desa dalam menyampaikan laporan realisasi DD tahap pertama sehingga berdampak pada lambannya pencairan tahap kedua. Tentu disebabkan oleh lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di desa tersebut.

“Kami menghimbau agar sesegera mungkin desa-desa yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban ke pemerintahan daerah sehingga proses pembangunan selanjutnya dapat dilaksanakan, inilah kelemahan SDM yang harus diperbaiki oleh pemerintah desa kedepannya,” pesan dia. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita