oleh

SDIT MC Sukses Sajikan Budaya Nusantara

Kolaborasi Murid dan Guru, Petik dan Market Day 2018

SEKOLAH Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Cendekia sukses menyajikan Budaya Nusantara Indonesia pada pagelaran Pekan Tematik (Petik) dan Market Day, Sabtu (28/4).

Tema yang diusung dalam PETIK tahun 2018 ini adalah ‘Menggali Kekayaan Seni dan Budaya Indonesia Melalui Rumah Adat Peninggalan Sejarah’,

Jadi, pada PETIK kali ini, semua tamu undangan dan orang tua yang hadir tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk berkeliling Indonesia. Karena SDIT MC menyajikan dengan apik budaya Indonesia dalam satu hari tersebut.

Walaupun hanya kebudayaan dari 16 provinsi yang ditampilkan mulai dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan, Bali, Gorontalo dan masih banyak lagi, tetapi bisa membuat tamu yang hadir merasakan berkeling Indonesia.

Tidak hanya mendekor dan menampilkan rumah adat masing-masing provinsinya saja, setiap kelas dengan tema provinsi yang ditentukan secara random ini juga menyajikan makanan khas, pakaian adat, seni tari, bahasa dan budaya lainnya. Jadi, baik itu murid atau tamu yang hadir bisa mengetahui berbagai macam keanekaragaman nusantara, dan yang paling seru bisa mencicipi makanan khas daerah setiap provinsi.

Kegiatan Petik dan Market Day ini diawali dengan parade budaya oleh masing-masing kelas yang tentunya mengenakan kostum dari masing-masing provinsi. Dan diisi dengan penampilan aksi pantomim, tari daerah, tari sambut Silampari, puisi dan drama Malin Kundang.

Hadir juga pada acara ini, Penjabat Walikota Lubuklinggau H Riki Junaidi, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar, anggota DPRD H Murdianto, Pembina Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Ir H Firdaus Aziz, Ketua Yayasan Dra Med Vet Hj Retno Trapsilowati beserta pengurus, Kepala SDIT MC Abdiansyah Satria, Camat Lubuklinggau Utara II, dan seluruh tamu undangan dan orang tua wali.

Dalam sambutannya, Abdiansyah Satria menjelaskan Pekan Tematik ini merupakan salah satu program unggulan SDIT MC yang digelar setiap tahunnya.

“Petik ini merupakan wadah anak didik dan para guru berkolaborasi menghasilkan kreativitas terbaiknya. Dan Alhamdulillah setelah tahun lalu, Petik dengan tema Ngelong Linggau yang menyajikan wisata dan kebudayaan Lubuklinggau. Hari ini, Petik bertemakan rumah adat, di mana setiap kelas menyajikan kebudayaan dari provinsi di Indonesia yang ditentukan secara random,” jelasnya.

Dan, lanjut Abdi, bahwa hasil kreativitas murid dan guru selama satu minggu ini juga dihasilkan dari barang-barang bekas, seperti kertas koran, kardus, plastik bekas dan disulap mereka bersama-sama menjadi sesuatu yang bernilai seni.

“Inilah hasil kreativitas terbaik guru dan murid SDIT MC yang dikemas dalam bentuk budaya nusantara dari 16 provinsi di Indonesia. Semoga hasil kreativitas anak-anak ini bisa berkesan positif bagi bapak dan ibu yang hadir dan bisa menambah pengetahuan bapak ibu mengenai Keanekaragaman budaya Indonesia, mulai dari rumah, pakaian, bahasa, seni, dan makanan khasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Riki Junaidi sangat mengapresiasi kegiatan Pekan Tematik yang digelar SDIT MC, terutama apresiasi pada tampilan kreativitas dan parade guru dan anak-anak SDIT MC.

“Luar bisa penampilan anak-anak, kami Pemkot sangat mengapresiasi dengan kegiatan hari ini. Sekaligus bisa memberikan informasi kepada kita para orang tua, bahwa Indonesia kaya akan seni, budaya dan adat istiadatnya. Kekayaan ini harus kita lestarikan dan kita jaga serta mengenalkannya kepada anak sejak dini,” ungkapnya.

Riki berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan tema dan bentuk yang lainnya.

Di samping itu, Pembina Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa, Firdaus Aziz bersyukur kegiatan Petik ini berjalan dengan lancar dan sukses.

“Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahunnya dengan tema-tema yang lebih kreatif dan inovatif lagi. Dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan motivasi untuk anak-anak kita dan guru agar lebih inovatif dan kreatif dalam menghasilkan hal-hal yang baru, serta mereka bisa semakin mengenal budaya Indonesia,” harapnya.

Di akhir acara, para orang tua juga beramai-ramai mengunjungi stan-stan setiap kelas, berbagai macam makanan khas dan kerajinan tangan hasil kreativitas anak-anak dan guru dari setiap daerah pun dibeli dan dijadikan sebagai oleh-oleh untuk para orang tua dan tamu undangan. (AE02)

Rekomendasi Berita