oleh

SDIT An-Nida Cetak Generasi Tahfidz

LINGGAU POS ONLINE, MARGAMULYA – Sejak awal berdiri, SDIT An–Nida konsisten mencetak generasi Qurani. Langkah awalnya, dewan guru konsisten meregerasi para hafidz/hafidzah.

“Diawali dari rekrutmen ustad-ustadzahnya dulu. Minimal guru di sini, hafal Juz 30 Alquran. Nah, dilanjutkan dengan adanya pelajaran Baca Tulis dan Tahfiz Quran (BTTQ) khusus hafalan,” jelas Kepala SDIT An-Nida, Indah Prastyaningsih, ketika menyelenggarakan Haflah Tahfidz Alquran Juz 29 dan 30 Sabtu (23/12).

Didampingi Ustadzah Silvia Miranda, Ustdzah Indah menjelaskan, seluruh murid diperkenankan ikut program tahfidz Quran ini. Bahkan sekolah yang terletak di Jalan KBS, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II ini juga memiliki target pencapaian hafalan murid.

“Minimal, enam tahun belajar di SDIT An-Nida mereka hafal 2 juz Alquran. Ada juga yang kelas III sudah mencapai target itu. Namun rata-rata saat kelas IV mereka sudah hafal 2 Juz Alquran yakni Juz 30 dan Juz 29,” imbuh Indah.

Lalu bagaimana ketika mendapati anak malas belajar tahfidz?

Ternyata guru SDIT An-Nida tak mudah menyerah. Mereka justru memiliki cara tersendiri untuk memotivasi peserta didik agar giat menghafal. Yakni diterapkan sistem reward. Sehingga semangat untuk menghafal Alquran terus terpupuk.

“Biasanya reward berupa piagam atau sertifikat. Anak bangga kalau dapat itu. Jadi makin semangat lagi mengasah hafalannya,” imbuh Indah.

Salah satu reward yang diberikan untuk para hafidz-hafidzah cilik dilakukan Sabtu lalu. Yang dihadiri Ketua YayasAn-Nida’ul Jannah, Ust Irwan Evendi.

Jadi pada kesempatan itu, murid yang dinyatakan hafal Juz 29 dan 30 diberikan reward. Bahkan, kebahagiaan para murid ini juga disaksikan dewan guru SDIT An-Nida, kepala sekolah dari beberapa Sekolah Islam Terpadu (SIT), jajaran pejabat Pemkot Lubuklinggau, Kepala Dinas Pendidikan, H Tamri dengan jumlah tamu kisaran 500 orang.

Ustadzah Indah Prastyaningsih menjelaskan, haflah Alquran Juz 29 dan 30 ini diikuti 28 murid. Anak-anak yang berhasil mencapai hafalan Alquran terbanyak yakni, Ahmad Marwan Hadid dan Karin Salzabil. Sementara untuk hafidzah tercilik diraih oleh Nadhirah Ainun Mardiyah (kelas I SD).

Pada momen tersebut, juga berlangsung pembagian rapor semester gasal tahun ajaran 2017/2018. Sekaligus penggalangan dana untuk Palestina.

“Alhamdulillah tadi terkumpul Rp 11 jutaan,” terang Indah.

Pada kesempatan itu, Indah mengucapkan terima kasih atas kekompakan para guru dan staf untuk menyukseskan proses pendidikan dan penyelenggaraan acara haflah ini.

Ia juga berdoa untuk para orang tua agar senantiasa istiqomah mendidik anak-anak, sehingga menjadi hafidz/hafidzah penyejuk hati bagi orang tua dan masyarakat. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita