oleh

SDIQ Ar Risalah Lubuklinggau Terakreditasi A

Alumni Minimal Hafal 2 Juz Alquran

KAMIS (4/10) Badan Akreditasi Nasional Sekolah (BAN-S) menyatakan Sekolah Dasar Islam Qurani (SDIQ) Ar Risalah Lubuklinggau terakreditasi A. Pencapaian itu ditandai dengan raihan nilai hasil visitasi tim asesor dengan skor 92. Hal ini jadi kabar bahagia keluarga besar sekolah yang dipimpin Amrina Rosyada tersebut.

SDIQ Ar Risalah terletak di kompleks Pesantren Modern Ar Risalah, Jl Lapter Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Status Akreditasi A yang baru saja disandang sekolah ini, ternyata diraih dengan kerja keras yang luar biasa. Untuk tahu bagaimana perjuangan proses merintis dan membangun sekolah ini, Kepala SDIQ Ar Risalah, Amrina Rosyada bersedia berbagi pengalaman dengan kami.

Istri Ustadz Budi Satriadi, Lc itu nyaris tak bisa mengucapkan apa-apa lagi atas pencapaian sekolah yang dipimpinnya. Ia yakin itu berkah dari Allah SWT, yang tak terlepas dari kesungguhan para dewan guru dalam memberikan layanan pendidikan terbaik.

“Ini juga berkat dukungan Yayasan Ar Risalah, dan orang tua/wali yang mempercayakan putra-putrinya dididik di SDIQ Ar Risalah,” tutur dia.

Ibu yang karib dipanggil Cik Ida itu menerangkan, SDIQ Ar Risalah berdiri tahun 2013. Dua tahun lokasinya masih numpang di PAUD Unggulan Ar Risalah.

“Jadi baru tahun 2015 SDIQ Ar Risalah punya gedung sendiri. Tapi saat itu bagi tiga ruang kelas lokasinya dalam komplek Pesantren Ar Risalah. Alhamdulillah untuk areanya dipersiapkan dari yayasan kurang lebih 10.000 meter persegi,” terang dia.

Soal jumlah siswa, penyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan ini menyebut, pertama kali buka, SDIQ Ar Risalah hanya memiliki 13 murid dalam satu Rombongan Belajar (Rombel).

“Alhamdulillah, saat ini murid SDIQ Ar Risalah sudah 12 Rombel,” tutur ibu yang senantiasa berhijab panjang itu.
Tentang perjuangan akreditasi, Ida menerangkan, awalnya SDIQ Ar Risalah mendapat kabar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau bahwa sekolah ini masuk sasaran akreditasi.

“Kabar itu saya dapat bersamaan dengan pelatihan Kurikulum 2013 (K13) yang diadakan Disdikbud. Sekitar pertengahan Juli 2018. Sejak saat itu, kami langsung membentuk tim akreditasi yang terdiri dari 16 orang. Setiap standar dipegang oleh dua pendidik,” jelasnya lagi.

Standar yang dipenuhi, yakni Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Tenaga Pendidik, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.

Proses penilaian seluruh Standar Nasional Pendidikan (SNP) oleh Asesor BAN-S Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Yulianah dan Dr Afrida dilakukan secara menyeluruh.

“Saat penilaian itu, kami sangat optimis. Namun belum terpikirkan kalau mau dapat A. Ternyata setelah hasilnya keluar, dan dapat A kami tidak bisa bilang apa-apa lagi. Kecuali Alhamdulillah,” jelas dia.

Setelah terakreditasi A ini, Ida tetap akan meningkatkan delapan standar yang ditetapkan.

Namun, imbuh dia, beberapa tahun ke depan progres yang dikejar pertama adalah kelulusan murid dalam semua aspek.

“Target utamanya, alumni SDIQ Ar Risalah harus memiliki hafalan quran minimal 2 juz, bacaan Alquran dengan tajwid yang benar, ilmu keagamaan, akhlak dan karakter serta akademiknya bisa tuntas dengan nilai yang terbaik,” jelas dia.

Target kedua, jelas Ida, akan dilakukan peningkatan sarana prasarana demi kelancaran pendidikan dan pembinaan peserta didik. Jika sarana lengkap, Ida berkeyakinan hal itu akan mempermudah guru mentransfer pembinaan dan pendidikan ke murid.

Selain itu, SDIQ Ar Risalah akan terus memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengikuti pendidikan maupun pelatihan secara continue. Tujuannya, agar guru SDIQ Ar Risalah selalu kreatif dan inovatif dalam mendidik siswa dengan pendekatan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar anak.
Direktur Bidang Akademik Pesantren Modern Ar Risalah Ust. Budi Satriadi, Lc menambahkan, selain dari sisi akademik dan hafalan SDIQ Ar Risalah juga konsentrasi mengasah potensi para murid bidang non akademik.

Sebab ia berkeyakinan, ketika bidang non akademik ini ditekuni, bukan tidak mungkin bisa jadi jalan sukses bagi peserta didiknya.

Diantara program non akademik yang digiatkan dan wajib diikuti oleh peserta didik yakni pramuka dan bela diri. Keduanya, kata Budi, merupakan ekstrakulikuler wajib.

“Kami juga ada ekstrakulikuler peminatan, yakni jurnalistik/menulis, puisi, mewarnai, sains, Bahasa Inggris, olahraga/atletik, drum band, dan menari. Anak-anak yang bergabung dan aktif dalam ekstrakulikuler ini, tak hanya punya banyak teman dan memiliki keterampilan. Namun, mereka berpeluang untuk berprestasi. Dari ekstrakulikuler ini, anak-anak juga bisa belajar disiplin, tanggung jawab dan memupuk semangat,” jelas alumni terbaik Al-Ahqaaf University, Yaman itu.

Menurut Ustadz Budi, ia bersama dewan guru berusaha menjadikan lingkungan SDIQ Ar-Risalah sebagai lingkungan religius penuh kasih sayang.

Oleh karena itu, kata dia, tugas utama ustadz dan ustadzah SDIQ Ar Risalah yakni membantu anak menemukan hidden talent siswa untuk diasah sehingga menjadi pribadi yg sholeh, cerdas dan kreatif.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra putri mereka di SDIQ Ar Risalah. Mari bersama kita jadikan mereka mutiara-mutiara penyejuk pandangan mata,” ajaknya. (lik)

Rekomendasi Berita