oleh

SD Napal Maling Butuh Mobiler

MURATARA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ratnawati meninjau SDN Embacang Lama lokal jauh atau yang sering disebut SDN Napal Maling yang berlokasi di Dusun Empat Napal Maling, Selasa (22/1).

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Disdik Kabupaten Muratara, Ratnawati meminta Kepala SDN Emabacang Lama yang diwakili oleh Guru Garis Depan (GGD) SD Napal Maling, Osman Toni agar memasang merek sekolah supaya keliatan tampak seperti gedung sekolah.

“Yang paling penting pendidikan karakternya dan pendidikan keagamaan setelah mereka pulang dari sekolah. Saya sangat berterima kasih sekali dengan GGD. Mudah-mudahan dengan adanya GGD di daerah terpencil ini, anak-anak bisa lebih pintar dan lebih maju dalam dunia pendidikan,” katanya kepada Linggau Pos, Rabu (23/1).

Selain itu lanjutnya, akan mengalokasikan bantuan ke SD Napal Maling.

“Nanti kita akan alokasikan bantuan untuk SD ini. Namun tidak melalui sekolah induk, berapa butuhnya nanti tolong diajukan saja,” ucapnya.

Ratnawati juga meminta kepada Osman Toni agar bisa memanfaatkan pekarangan sekolah supaya bisa ditanami tanaman yang bisa dimanfaatkan, dan teruslah bekerja dalam upaya mempertahankan murid agar tetap ke sekolah.

“Bagaimana sekolah anak-anak di sini, jangan sampai anak-anak tidak sekolah, bila perlu jemput mereka,” kata Ratnawati.

Terpisah GGD yang bertugas di SDN Napal Maling, Osman Toni mengungkapkan saat ini yang sangat dibutuhkan oleh SDN Napal Maling adalah mobiler seperti bangku dan kursi, karena bangku dan kursi sudah banyak yang rusak.

“Tidak banyak perlengkapan yang dibutuhkan, sesuaikan saja dengan jumlah siswa kita cuma 10 orang, ditambah dengan jumlah guru yang ada di sini berjumlah 3 orang,” ungkap Osman Toni.

Osman Toni menuturkan di SD Napal Maling hanya ada kelas dua sampai kelas enam, sedangkan untuk tenaga pengajarnya ada tiga orang, dua diantaranya GGD.

“Untuk kelas satu kosong untuk tahun ini. Untuk GGD, saya dan ibu Dwi Widyaningsi. Kami tinggalnya di rompok atau di Dusun Napal Maling, karena di perumahan guru dalam lingkungan sekolah sangat sepi dan jauh dari penduduk,” ceritanya.

Ia menambah, selain mengajar di SD Napal Maling dirinya juga mengajar ngaji dan ngajar cara salat untuk anak-anak di rompok ini supaya mereka bisa membaca Alquran dan bisa salat.(cw3)

Rekomendasi Berita