oleh

Scott Morrison Desak Presiden Jokowi Hormati Australia

Abu Bakar Bashir Dibebaskan

JAKARTA – PM mendesak presiden Joko Widodo untuk menunjukkan rasa hormat kepada Australia atas rencana pembebasan tersangka yang sebelumnya direncanakan sebagai dalang

Menteri keamanan Indonesia mengatakan, keputusan untuk membebaskan dalang pemboman Bali Abu Bakar Bashir sedang ditinjau, beberapa jam setelah Scott Morrison mendesak presiden Joko Widodo untuk menunjukkan rasa hormat kepada Australia.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pada Senin malam Presiden Jokowi Widodo memintanya untuk mengoordinasikan peninjauan terhadap semua aspek dari rilis yang direncanakan.

Bashir sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat karena penolakannya untuk melepaskan keyakinan radikal. Keluarganya telah meminta pembebasannya sejak 2017 karena usianya dan kesehatan yang memburuk.

“Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, presiden sangat memahami permintaan keluarga. Namun, masih perlu dipertimbangkan oleh aspek lain,” kata Wiranto.

Ulama Muslim radikal itu dinyatakan bersalah, atas tuduhan terorisme pada tahun 2010 karena terkait dengan kamp pelatihan militan di provinsi Aceh dan dipenjara selama 15 tahun.

Namun, Presiden Jokowi Widodo mengatakan pada hari Jumat bahwa Bashir akan diberikan pembebasan lebih awal dari penjara dengan alasan kemanusiaan.

Morrison dan anggota pemerintah Australia lainnya, telah melakukan kontak langsung dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia atas pembebasan Bashir yang akan datang.

“Orang Australia meninggal secara mengerikan pada malam itu, dan saya pikir orang Australia di mana-mana akan mengharapkan bahwa masalah ini ditangani dengan sangat serius oleh pemerintah kami, yaitu,” kata perdana menteri, dilansir Guardian.

Tetapi juga bahwa pemerintah Indonesia akan sangat menghormati Australia dalam cara mereka mengelola masalah ini, tambahnya.

Delapan puluh delapan dari lebih dari 200 orang yang tewas dalam pemboman klub malam Bali tahun 2002 adalah warga Australia, dan Canberra sebelumnya mendesak agar keringanan hukuman bagi Bashir.

“Kami selalu konsisten – pemerintah dari kedua persuasi, selama periode waktu yang lama tentang keprihatinan kami tentang Abu Bakar Bashir. Dia harus menjalankan apa yang telah disampaikan oleh sistem peradilan Indonesia kepadanya sebagai hukumannya,” kata Morrison.

Morrison mengatakan, itu tidak biasa bagi tahanan yang telah menjalani dua pertiga dari hukuman penjara Indonesia mereka untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

Tetapi kami telah sangat jelas tentang perlunya memastikan bahwa sebagai bagian dari upaya kontra-terorisme bersama kami – kami memiliki kemitraan kontra-terorisme yang sangat baik dengan Indonesia, bahwa Abu Bakar Bashir tidak akan berada dalam posisi apa pun atau dengan cara apa pun dapat mempengaruhi atau menghasut apa pun, katanya.

“Jangan lupa bahwa bom Bali menyebabkan kematian orang Indonesia juga,” tutupnya. (der/fin)

Rekomendasi Berita