oleh

“Saya Dijebak!”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Oknum kontraktor inisial HN diizinkan pulang oleh Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel), pukul 14.00 WIB, Senin (3/9). Ia dipulangkan, karena hasil tes urine negatif. Selain itu, HN juga tidak terbukti memiliki Barang Bukti (BB) sabu 0,24 gram yang ditemukan saat penggeledahan rumahnya, Sabtu (1/9) pukul 23.00 WIB.

“Saya yakin dijebak. Sejak awal saya dibawa enam orang dari BNNP Sumsel itu, saya merasa dijebak. Karena demi Allah demi Rasulullah saya tidak pernah pakai, apalagi sampai jual sabu,” ungkap HN kepada Linggau Pos, tadi malam.

Ia menceritakan kronologi penggeledahan yang dilakukan tim BNNP Sumsel di kediamannya, Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Sabtu pukul 15.00-21.00 WIB, saya dan keluarga jalan-jalan ke Lippo Mall. Kondisi rumah terkunci. Tidak ada orang di rumah. Lebih kurang pukul 21.00 WIB kami baru pulang,” jelas dia.

Begitu masuk rumah, jelas HN, ia ganti baju, lalu sang istri memanggil HN mengatakan ada tamu yaitu FY.

“FY ini datang, katanya mau mengambil barang sebuah jenglot yang lima tahun lalu dititipkan di rumah saya. Sembari menunggu saya cari jenglotnya, karena istri saya tahu itu FY maka istri saya langsung membuka pintu ruang tamu. FY masuk. Dan saya nyari jenglotnya itu ke kamar. FY nunggu di ruang tamu,” jelas HN.

Menurut HN, lebih kurang 20 menit dia mencari jenglot itu, tak lama kemudian ia ke ruang tamu dan menyerahkan jenglot itu. Kata FY jenglot itu hanya ada dua. Satunya di Megang Sakti, sementara ada orang perlu.

Setelah jenglot diserahkan HN, FY juga membincangkan persoalan lain. Kemudian menyusul KM datang.

“Saya kaget, tiba-tiba ada tim BNNP datang. Saat penggeledahan itu, tim BNNP pakai baju sipil seperti kita biasa. Lalu ada seorang yang bilang kalau rumah saya sering dipakai orang untuk pesta sabu. Saya langsung tanya informasi dari mana itu. Mereka jawab dari SMS online, yang dikirim berkali-kali,” beber HN.

HN menegaskan kepada tim BNNP bahwa tidak ada sabu di rumahnya. Namun tim BNNP langsung tertuju ke sofa merah yang jaraknya 3 meter dari tempat HN duduk.

“Saya duduk di sofa cokelat dengan FY. Sementara KM rekan saya, duduk di sofa cokelat juga tapi terpisah dengan saya dan FY. Aneh juga, kok tim BNNP itu langsung buka-buka sofa merahnya. Sementara sofa cokelat yang kami duduki tidak dibuka-buka sama sekali. Hanya tubuh kami saja yang digeledah,” terang HN.

Lalu HN, FY dan KM dibawa ke BNNK Musi Rawas. Dari situ, HN tambah sangsi dengan penggeledahan itu.

“Saya memang dibawa ke BNN Provinsi Sumsel, pemeriksaannya sekitar 30 menit. Saya tegaskan dalam pemeriksaan itu bahwa barang itu demi Allah demi Rasulullah, mati anak bini aku, sabu itu bukan punya saya. Saya juga nggak pernah pakai, apalagi sampai jual sabu,” jelasnya.

Setelah kini HN kembali ke Kota Lubuklinggau, ia meminta BNN Provinsi Sumsel untuk memperdalam lagi kasus jebakan ini. Ia memastikan BNN Provinsi Sumsel sudah komitmen untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Perlu diungkap SMS online itu dari siapa. Jangan-jangan ini laporan palsu. Karena saya merasa benar-benar dijebak. Nama baik saya juga tercemar akibat masalah ini,” tegas dia.

Sejauh ini, HN mengaku tak pernah berpikir negatif pada siapapun.

“Saya ini positif thingking, saya tidak tahu siapa lawan, atau mungkin ada intrik pekerjaan. Jadi nggak adalah masalah sama orang,” jelas dia.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan melalui Kepala Bidang Pemberantasan AKBP Agung Sugiyono saat dikonfirmasi, Senin(3/9) sekitar pukul 20.00 WIB, membenarkan jika HN sudah dipulangkan.

“Iya dipulangkan, kami kembalikan HN ke keluarganya. Sambil kami dalami BB tersebut kepemilikan siapa. Dari hasil penyelidikan kami, HN tidak terlibat, karena saat dilakukan penangkapan, tidak ada orang lain, hanya HN, FY dan KA, dan sebelumnya kondisi rumah tersebut terkunci,” kata AKBP Agung Sugiyono kepada Linggau Pos.

Ia menambahkan, kasus ini dipercayakan kepada BBNP untuk mengungkapnya. Makanya jika dibutuhkan, tentu FY dan KA akan dipangil lagi guna meminta klarifikasi. (lik/cw1)

Rekomendasi Berita