oleh

Satu Perahu Ketek Diamankan LPPAS Muratara

-Muratara-1.471 dibaca

LINGGAU POS.CO.ID- Satu unit perahu ketek diamankan oleh Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai (LPPAS) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Perahu tersebut diamankan LPPAS, lantaran digunakan warga untuk menyetrum ikan.

Ketua LPPAS Muratara, Samsul Bahri mengatakan perahu ketek tersebut diamankan di perairan Sungai Rawas, Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit. “Sayangnya kami hanya dapat mengamankan perahunya saja, pelaku penyetrumnya tidak dapat,” ungkap Samsul Bahri, Senin (6/1),

Samsul mengatakan, ada enam titik lokasi yang sering terjadi aksi perusakan biota sungai yang menjadi target LPPAS Muratara. Pihaknya mengimbau masyarakat yang masih melihat warga melakukan penyetruman ikan di sungai, untuk segera melapor ke LPPAS Muratara.

“Laporkan saja, identitas pelapor pasti kami lindungi. Alamat kami di Rupit atau bisa lewat telepon atau SMS ke nomor 085378802255,” ungkapnya kembali.

Samsul menambahkan, LPPAS Muratara terus mengimbau para pelaku penyetrum ikan agar berhenti menangkap ikan dengan cara ilegal. “Kami akan bergerak terus jika masih ada warga yang menangkap ikan dengan cara ilegal, kami rutin patroli sungai,” tegasnya.

Wakil Bupati Muratara, Devi Suhartoni selaku Inisiator LPPAS Muratara menegaskan bagi warga yang masih menyetrum ikan agar berhenti sebelum ditindak tegas. “Kami tidak main-main dengan program ini, yang masih nyetrum berhentilah, sebelum kami bertindak tegas. Jangan anggap remeh, akan kami kejar terus,” kata Devi.

Program ini dilanjutkan Devi, sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Muratara pada 19 April 2016. Kebijakan Pemkab Muratara tentang pelarangan penyetruman ikan sungai, berdampak langsung pada meningkatnya sumber ekonomi bagi masyarakat.

Banyak nelayan tradisional yang mengeluh karena susah mencari ikan akibat penyetruman, sebab setrum bisa membunuh anak-anak ikan. “Kalau ikan langka, otomatis harganya di pasar jadi mahal, masyarakat juga yang dirugikan,” jelasnya.

Devi menambahkan, pelarangan penyetruman terhadap biota sungai sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Pencemaran Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Perlindungan Biota Sungai.

“Penyetruman ikan dapat merusak ekosistem biota sungai, maka kami terus jaga sungai dari pelaku-pelaku penyetruman ikan,” jelasnya kembali.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Satu Perahu Ketek Diamankan LPPAS”

Rekomendasi Berita