oleh

Satu Kandidat Tidak Hadir untuk Sampaikan Program

Jelang Pemilu Raya Adakan Debat Kandidat

Debat kandidat, saat ini tidak hanya dilakukan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saja. Ajang menyampaikan visi dan misi  masing-masing kandidat ini juga dilaksanakan di Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Musi Rawas (Unmura), periode 2017-2018, Rabu (6/12).

Laporan Riena Fitriani Maris, Air Kuti

Menurut Selvi, salah seorang pengurus Komisi Pemilihan Raya (KPR) FISIP Unmura mengatakan debat dilaksanakan di gedung FISIP Universitas Musi Rawas. Dihadiri oleh mahasiswa FISIP dan beberapa pengurus OKP seperti HMI dan KAMMI. Debat disaksikan oleh Dekan FISIP, Fadhillah Hernawansyah serta Juliman dan Eva Kurnia selaku pembantu Dekan FISIP Unmura.

“Debat kandidat dipandu langsung oleh mahasiswi FISIP dari Program Studi (Prodi) Administrasi Negara, Rani Vira Julita. Namun salah satu dari kandidat calon gubernur BEM dan wakil gubernur BEM FISIP, Handoko Romla dan Beni Noto dengan nomor urut 2 tidak menghadiri di acara debat tersebut. Sampai dengan pelaksanaan debat, tidak ada konfirmasi kepada KPR,” jelas Selvi.

Hal ini dibenarkan oleh Rian Hidayat, salah seorang mahasiswa FISIP Unmura yang ikut hadir dalam kegiatan debat tersebut.

“Makanya, hanya satu pasang kandidat yang datang dan menyampaikan visi dan misi mereka yakni pasangan No urut 1, Riansyah Supriadi dan Raju A Rahman,” ungkap Rian.

Sementara itu Rian, selaku kandidat No urut 1 mengatakan kalau tujuan lain diadakannya debat ini, agar mahasiswa mengenal kriteria calon ketua dan wakil Ketua BEM yang akan menjabat pada periode berikutnya.

“Saya berharap, mahasiswa FISIP saat Pemilihan Raya tidak Golput (Golongan Putih). Saat debat, selain menyampaikan visi dan misi serta program, saya juga menyampaikan agar mereka memberikan suara mereka. Karena suara mereka, bermanfaat untuk memajukan FISIP. Selaku kandidat, saya ingin BEM benar-benar menjadi wadah mahasiswa, untuk menyalurkan aspirasinya bukan hanya untuk bermain-main,” ungkap Riansyah.

Ia melanjutkan, ada beberapa hal yang membuatnya berani mencalonkan diri sebagai Gubernur BEM FISIP. Salah satunya, ingin membuat suatu perubahan dan pergerakan yang sangat berbeda dari sebelumnya, yakni profesional, aktif, solid, transparansi dan inovatif.

“Yakni mewujudkan profesionalitas dan transparansi di FISIP Unmura, baik di bidang keorganisasian maupun kelembagaan. Mengembangkan minat dan bakat, serta potensi mahasiswa FISIP Unmura dalam bidang akademik maupun non akademik. Mewujudkan budaya kritis kreatif, guna untuk menghilangkan budaya apatis di kalangan mahasiswa-mahasiswi FISIP Unmura. Menjadi BEM FISIP Unmura sebagai jembatan realisasi aspirasi mahasiswa, dan melanjutkan eksistensi BEM FISIP Unmura di tingkat nasional,” jelaskan tentang misinya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita