oleh

Satgas Anti Mafia Bola Geledah Rumah Eks Exco PSSI

Sekoper Barang Bukti Disita Polisi

SURABAYA– Tim Satgas Anti Mafia Bola kembali mencari bukti baru guna mendalami peran mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat dalam kasus pengaturan skor (match mixing).

Selama dua jam, personel gabungan dari tim satgas dan polsek menggeladah rumah Hidayat di Jalan Klakahrejo No 78, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/1). Pengamanan dari dalam rumah berpagar biru cyan cukup ketat. Sejumlah polisi terlihat berjaga di depan pagar. Tak ada yang boleh mendekat, kecuali tim satgas.

Ya, sebelumnya nama Hidayat moncer setelah dilaporkan oleh manajer Madura FC, Januar Herwanto dalam kasus pengaturan skor. Hidayat yang juga ketua komite pengembangan sepakbola usia muda PSSI menawari Januar guna mengatur skor laga PSS Sleman versus Madura FC dalam kompetisi Liga 2 2018.

DariKompetisi kasta kedua itu, Madura FC gagal lolos ke putaran delapan besar setelah dihempaskan 1-0 di kandang PSS Sleman, Selasa (6/11/2018). Mimpi mereka untuk promosi ke Liga 1 akhirnya kandas.Selama dua jam penggeledahan, polisi menyita satu koper penuh berkas dari dalam rumah. Penggeledahan juga disaksikan langsung oleh Hidayat.

Usai penggeledahan, Hidayat mengatakan bahwa dirinya tak ada kaitanya dalam proses pengaturan skor PSS Sleman dan Madura FC. Dari pengakuanya, komunikasinya dengan Manajer Madura FC Januar sejak awal kompetisi bukan sebagai exco PSSI. Ia juga mengaku bahwa, saat pertandingan itu ia ditelepon orang dari Sleman.

“Saya ditelpon oleh orang Sleman waktu itu. Saya bukan ngomong PSS Sleman lho ya. Orang Sleman,” katanya.

Hidayat juga menampik bahwa dokumen yang dibawa satgasmemiliki keterkaitan denganlaga Madura FC dengan PSS Sleman.”Yang disita dokumen pribadi saja, laptop, rekening tabungan dan HP,” tegasnya.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan proses penggeledahan kemarin. Proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan sebagai saksi, setelah beberapa kali tak hadir memenuhi undangan penyidik untuk dimintai keterangan terkait kasus pengaturan skor Laga Liga 2 antara, PSS Sleman vs Madura FC.

“Tim disana juga langsung melakukan pemeriksaan terhadapsaudara H sebagai saksi, setelah beberapa kali tak datang memenuhi undangan dari penyidik. Sementara, jika hasil analisa BB hari ini, ditemukan dua alat bukti tidak menutup kemungkinan H ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Selain melakukan proses penyelidikan di tempat itu, Dedi mengungkapkan, tim Satgas hari ini juga mendatangi Lapas Sidoarjo untuk bertemu dengan Kalapasnya guna meminta izin melakukan pemeriksaan terhadap Vigit Waluyo yang statusnya sudah ditingkatkan sebagai tersangka.

“Informasinya, Tim sudah menerima izin untuk memeriksa VW dari Kalapas sesuai surat dari Ditjen Pas Kemenkum Ham. Dan rencananya, pemeriksaan kepada VW dilakukan besok di Lapas,” ungkap Dedi.
Saat dikonfirmasi,Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Polri Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan terhadapVigit Waluyodilakukan setelah pihaknya menerima surat balasan Ditjen PAs bernomor : PAS.3.PK.01.05.98-48, tanggal 16 Januari 2019.

“Poin suratnya, kami diberikan izin memeriksa VW yang merupakan narapidana Tipikor di Lapas Sidoarjo. Dan pemeriksaan sendiri akan dilakukan besok, di dalam Lapas besok,” kata Argo saat dihubungi Fajar Indonesia Network.

Sebagai informasi, tim juga tengah fokus menyelesaikan berkas perkara kasus Match Fixing Persibara Banjarnegara yang melibatkan Asprov PSSI. Eks manajer Persibara Lasmi Indrayani tertipu Rp1,5 miliar atas janji oknum tersebut membawa timnya promosi ke Liga 2. Namun tim berjulukan Laskar Dipayuda itu justru tersingkir sejak awal di pertarungan Liga 3 musim ini.

“Kemudian, kami juga sedang menyelesaikan proses penyelesaian dari dua berkas perkara tersangka NS dan ML. Sedangkan, Kamis (24/1) besok, Plt Ketua PSSI JOko Driyono dan Wakil Bendahara PSSI, Irfan sudah mengkonfirmasi akan hadir memenuhi panggilan sebagai saksi untuk diperiksa,” tandasnya. (mhf/fin/tgr)

Rekomendasi Berita