oleh

Sat Pol PP Usulkan Perwal Anjal

Untuk Pertajam Perda Anjal

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Lubuklinggau, Elbaroma melalui Kasi Ketertiban Umum, Akoba Ibramin menegaskan, pihaknya segera menindaklanjuti saran dari Sekretaris Komisi I DPRD, Yeni Risnawati. Yakni, memasang kembali spanduk imbauan mengenai larangan memberikan uang untuk Anak Jalanan (Anjal).

Ia mengakui, kalau tiga spanduk yang sudah dipasang pada akhir Oktober 2017 lalu semuanya hilang.

“Ada tiga spanduk mengenai larangan memberikan atau menerima uang, untuk Anjal dan Gepeng. Tiga spanduk kita pasang di tiga lokasi yang memang kita nilai menjadi lokasi berkumpulnya mereka. Pertama di JPO, lalu di terminal Kalimantan dan terakhir di simpang RCA. Spanduk di JPO yang menjadi lokasi anak-anak ngelem, yang pertama kali hilang. Lalu menyusul kedua spanduk lainnya,” tegas Akoba, Selasa (16/1).

Meskipun Peraturan Daerah (Perda) Anjal masih tahap evaluasi, pihaknya sengaja sudah mulai melakukan sosialisasi melalui spanduk. Ketika akan diterapkan, semua warga termasuk Anjal sudah paham adanya aturan tersebut.

“Karena di November 2017 lalu, paling banyak kita menertibkan Anjal, terutama anak ngelem. Sehari, bisa lima anak ngelem yang kita tertibkan. Untuk itu sebagai upaya pencegahan sosialisasi gencar kita lakukan. Terbukti, pasca dipasang spanduk tersebut Anjal dan anak punk takut. Bahkan spanduk kita pun, mereka yang ambil. Makanya, spanduk ini akan menjadi prioritas kami untuk segera dipasang kembali,” ungkapnya.

Sesuai saran dari dewan dilanjutkannya, kedepan spanduk imbauan ini akan dipasang di lokasi yang tidak mudah untuk dijangkau.

“Terutama oleh Anjal. Kita pun sedang mengkaji, lokasi mana lagi yang akan kita pasang spanduk. Mengingat saat ini keluhan dari masyarakat sudah semakin banyak, bahkan ada diantaranya pejabat yang kaca mobilnya mau dipecahkan mereka,” ungkapnya kembali.

Selain itu, Akoba melanjutkan, pihaknya akan mengusulkan agar Perda Anjal dipertajam melalui Peraturan Walikota (Perwal).

“Karena untuk saat ini yang diatur di Perda, hanya untuk Anjal dan Gepeng. Sementara yang marak saat ini anak punk dan anak-anak ngelem. Sehingga dengan Perwal bisa lebih dipertajam. Apalagi, anak ngelem, menjadi sasaran kita saat ini. Karena mereka tidak hanya sekedar mengemis, namun sudah melakukan pemaksaan dan bisa jadi kedepan justru ke tindak kriminal. Ini yang kita cegah,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita