oleh

Sarden Berulat Meresahkan

LINGGAU POS ONLINE, TABA JEMEKEH – Beberapa hari ini, viral di dunia maya terkait video yang menampilkan beberapa kaleng sarden yang dijual di mini market berisi ulat-ulat kecil berwarna putih.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun angkat bicara mengenai pemberitaan yang terlanjut viral di beberapa media.

“Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan dalam penjelasannya.

Sarden cacing tersebut di antaranya bermerek Farmerjack dengan nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356. Kemudian merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020, dan Merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

“Tidak saja memerintahkan importir untuk menarik, BPOM RI juga memerintahkan importir produk Farmerjack, IO, dan Hoki melakukan pemusnahan terhadap ketiga produk tersebut,” ungkap Yosef.

Lantas bagaimana di Kota Lubuklinggau. Tim Linggau Pos pun melakukan investigasi ke beberapa supermarket. Dan dari hasil investigasi, belum ditemukan adanya ketika merek sarden tersebut beredar.

Hal ini pun langsung dipastikan oleh pramuniaga di salah satu supermarket yang didatangi.

“Sudah kita cek dan kita pastikan, tidak ada beredar di sini. Bisa dilihat kok, karena kalau ada pasti sudah kita tarik,” tegasnya, yang enggan disebutkan namanya.

Berita ini pun cepat menyebar ke masyarakat. Dan beberapa diantaranya, mengaku khawatir setelah membaca berita tersebut.

“Ya khawatir la pastinya. Makanya, sekarang jadi lebih teliti kalau mau beli sarden. Kita sering beli kalau kita sedang tidak masak, karena sarden mudah diolah untuk menjadi lauk,” tegas Dewi (31), salah seorang warga Kelurahan Pasar Satelit.

Kadisperindag Kota Lubuklinggau, HM Hidayat Zaini pun saat dikonfirmasi menegaskan kalau pihaknya belum mendapat laporan, adanya tiga merek sarden yang dimaksud beredar di Lubuklinggau.

Karena kita pun juga langsung memantau, khawatir sudah sempat beredar. Untungnya, sampai saat ini belum ditemukan. Kita pun tetap melaksanakan kegiatan rutin, dengan terus melakukan pengawasan,” tegasnya.

Kepada masyarakat, ia pun mengimbau untuk lebih teliti dalam membeli produk makanan.

“Lihat labelnya, tanggal kadaluwarsanya hingga komposisinya,” imbau Dayat sapaan Kadisperindag Kota Lubuklinggau.

*** Diduga System Olahnya Tidak Higienis

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau melalui Kelapa Bidang Kesehatan Kota Lubuklinggau, Deasy Novia menyebutkan mengenai sarden yang berulat dan menimbulkan cacing mempunyai beberapa penyebab.

“Ada sejumlah kemungkinan penyebab munculnya cacing di ikan sarden dalam kaleng. Salah satunya karena pengolahan produk makanan industri itu tidak higienis,” katanya.

Selain itu, menurut Deasi Novia, cacing bisa muncul akibat kerusakan kemasan kaleng, yang kemudian membuat kualitas penyimpanan ikan tak lagi bagus.

“Misalkan ada benturan pada kaleng, itu juga bisa masuk udara dan bakteri sehingga bisa rusak,” katanya .

Karena itu, Deasy sapaan akrabnya mengimbau seluruh masyarakat tidak mengonsumsi kedua merek sarden itu.

“Kita imbau masyarakat jangan mengonsumsi kedua merek sarden ini. Karena bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.(11/13)

Rekomendasi Berita