oleh

Sarana dan Prasarana Kantor Samsat Tak Layak

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara, Selasa (2/1) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Mereka datangi kantor Samsat Lubuklinggau pada hari pertama masuk kerja pegawai Samsat.

Siapa sangka usai melakukan Sidak, AKBP Sunandar kecewa bukan lantaran pegawai bertugas melainkan prihatin melihat bangunan di Samsat Lubuklinggau. Kapolres sempat berkata tidak layak untuk beroperasi.

AKBP Sunandar mengatakan bahwa memang sengaja melakukan Sidak ke kantor Samsat Lubuklinggau guna memeriksa kesiapan anggota sekaligus meninjau bangunan dan sarana dan prasarana pendukung di kantor.

“Iya sengaja melakukan sidak. Pastinya sangat kaget, apabila saya berbicara kasar mohon maaf bisa dikatakan tidak layak untuk beroperasi,” kata Sunandar, Selasa (2/1).

Pria berpangkat Melati Dua ini menjelaskan, selain itu kondisi kantor Samsat ini sangat memprihatinkan, dikarenakan kantor dengan kondisi rapuh dan tidak tertata.

“Jujur saja kecewa, sebab yang namanya kantor ini adalah wajah dari citra pelayanan Samsat terhadap masyarakat. Setidaknya apabila kantor bagus setidaknya wajib pajak merasa nyaman saat membayar pajak, jangan hanya target yang dipikirkan,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, Sunandar menjelaskan jangankan untuk membuat nyaman masyarakat yang akan membayar pajak. Posisi kantornya saja sangat memprihatinkan. Tentu saja para pekerja Samsat tidak akan fokus bekerja.

“Pelayanan publik seperti ini, harus ditata dan rapi, ruangannya minimal ber-AC masak masih pakai kipas angin, harus ada ruangan untuk ibu menyusui dan smoking area, karena kenyamanan adalah kunci dari hasil kerja yang baik, apakah harus ada korban dahulu, baru kantor ini direnovasi,” ucap AKBP Sunandar.

AKBP Sunandar menambahkan, selain itu dari hasil informasi dari pegawai UPTB Dispesnda tahun 2017 cukup fantastis, berkisar Rp 50 miliar. Tidak ada salahnya diajukan untuk renovasi kantor demi kenyamanan dan lebih maksimalnya pelayanan.

Uang Rp 50 miliar itu uang masyarakat yang disetor melalui pembayaran pajak di sini, kenapa tidak disisihkan sedikit untuk membangun dan melengkapi sarana dan prasarana untuk kenyaman masyarakat,

“Secepatnya harus segera dilakukan perbaikan. Saya akan membuat surat untuk penguatan pengajuan renovasi kantor ini demi kepentingan bersama,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Subagian Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Provinsi Sumatera Selatan Kota Lubuklinggau, Tahrir mengatakan bahwa sebenarnya sudah mengajukan setiap tahun mulai dari 2016 untuk renovasi kantor dan sarana serta prasarana.

“Tapi belum terealisasi dikarenakan kantor UPTB di Sumsel ada sekitar 22 kantor, jadi mungkin secara bergantian mungkun akan dilakukan pada tahun ini. Apalagi dengan adanya penguatan surat rekomendasi dari Kapolres,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita