oleh

Saran Jumlah Pemekaran Dapil Berbeda

Antara Lima dan Enam Dapil

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Ketua DPC PDIP Kabupaten Musi Rawas Sony Rahmat Widodo menegaskan, pihaknya sejak awal sudah menyepakati penataan ulang Daerah Pemilihan (Dapil), sesuai dengan konsep KPU Kabupaten Musi Rawas, yakni lima Dapil. Bahkan Rekomendasi secara tertulis, sudah mereka serahkan ke KPU.

“Kita menyepakati, yang dimekarkan hanya Dapil 1, Dapil 2 serta perubahan di Dapil 3. Untuk Dapil 1 meliputi Kecamatan Muara Beliti, Tiang Pumpung Kepungut (TPK) dan Jayaloka. Untuk Dapil 2 meliputi Kecamatan Suka Karya, BTS Ulu dan Tuah Negeri. Sedangkan untuk Dapil 3 berkurang, meliputi Kecamatan Muara Lakitan dan Muara Kelingi. Sementara untuk dua Dapil selanjutnya untuk Dapil 4 dan 5 tetap sama,” jelasnya, Jumat (8/12).

Beberapa pertimbangan dan berdasarkan hasil rapat internal, dijelaskan Sony, menjadi alasan mereka mengusulkan pemekaran Dapil menjadi lima.

“Pertimbangannya, kita melihat dari perimbangan Dapil. Lalu kita juga melihat dari historis daripada pemekaran wilayah tersebut, dan letak geografisnya. Sementara kalau mau dimekarkan lebih dari lima Dapil, karena masih bisa menjadi enam Dapil, akan ada ketimpangan. Selain itu, kita juga saat melaksanakan rapat internal dengan seluruh pengurus PDIP, banyak mendapat masukan dari pengurus ranting dan kecamatan yang akhirnya diputuskan berdasarkan hasil rapat, untuk mengusulkan lima Dapil,” jelasnya.

Senada disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Rawas, Suhari saat dimintai tanggapan. Pihaknya pun sepakat, dengan pemekaran lima Dapil. Pemerataan pembangunan, menjadi alasan mereka mengapa setuju dan menyarankan pemekaran menjadi lima Dapil.

“Karena kalau satu Dapil bisa meliputi lima kecamatan, maka anggota DPRD juga tidak akan bisa mem-back up aspirasi dari konsetuen mereka. Dan memang kemarin, ada beberapa partai politik yang mengusulkan pemekaran menjadi enam Dapil. Usulan ini sudah kita bahas, dan rekomendasi akan segera kita buat secara tertulis untuk diserahkan ke KPU,” ungkap Suhari.

Lain halnya dengan Partai Gerindra. Ketua DPC Partai Gerindra Hj Suwarti melalui Sekretaris, Mahmud mengatakan pihaknya belum melakukan rapat lanjutan untuk membahas, mengenai pemekaran Dapil. Namun sejauh ini, pihaknya lebih cenderung pemekaran menjadi enam Dapil.

Yakni untuk Dapil 1 meliputi Kecamatan Muara Beliti, TPK dan Jayaloka. Untuk Dapil 2 meliputi Kecamatan Suka Karya, BTS Ulu dan Tuah Negeri. Dapil 3 Kecamatan Muara Lakitan dan Muara Kelingi, Dapil 4 meliputi Kecamatan Selangit dan terawas, Dapil 5 meliputi Kecamatan Tugumuyo dan Purwodadi, serta Dapil 6 meliputi Kecamatan Megang Sakti dan Sumber Harta.

“Rencana pemekaran ini yang rencananya akan kami bawa, saat rapat internal di partai. Karena Partai Gerindra, sampai saat ini cenderung ke enam Dapil,” ungkapnya.

Mengenai prinsip dilakukannya pemekaran Dapil, pihaknya menyetujui. Namun memang ada beberapa usulan, yang menurut mereka tidak sesuai dengan prinsip dilakukan pemekaran Dapil.

“Seperti yang kami kurang sependapat yakni dijadikannya satu Dapil untuk Kecamatan Jayaloka, BTS Ulu dan Tuah Negeri, dengan alasan tidak sesuai dengan prinsip pemekaran Dapil. Selain itu apakah usulan ini tidak sia-sia, karena kalau hanya 3-12 kursi tidak bisa dimekarkan kecuali diatur lebih lanjut melalui PKPU,” jelasnya.

Sebelumnya Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Ola menjelaskan, Partai Golkar sudah mengusulkan untuk pemekaran. Penataan pemekaran Dapil ini berdasarkan historis kecamatan, akses transportasi, persamaan sejarah, budaya, bahasa dan suku,” katanya kepada Linggau Pos, kemarin.

Dapil yang diusulkan Partai Golkar Dapil I meliputi Kecamatan Muara Beliti, Tiang Pumpung Kepungut (TPK) dan Tuah Negeri ada 7 kursi. Dapil II Kecamatan BTS Ulu, Sukakarya dan Jayaloka, enam kursi. Dapil III Muara Kelingi dan Muara Lakitan, sembilan kursi. Dapil IV Tugumulyo dan Purwaodadi enam kursi, Dapil V Sumber Harta, Terawas dan Kecamatan Selangit tujuh kursi. Sedangkan Dapil VI Megang Sakti lima kursi.

“Disamping itu ada alternatif lain yang ditawarkan Partai Golkar yakni Megang Sakti, Suberharta dengan alokasi 7 kursi. Serta Terawas dan Selangit lima kursi. Total tetap 40 kursi,” jelasnya.

Firdaus Cik Ola menyebutkan saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 Dapil I meliputi Muara Beliti, TPK, Jayaloka, Sukakarya dan BTS Ulu 10 kursi, Dapil II Muara Lakitan, Tuah Negeri dan Muara Kelingi ada 11 kursi.

“Jadi kalau digabungkan jadi 21 kursi. Melihat ini dua Dapil menjadi tiga sehingga ada Dapil yang dapat tujuh kursi, enam kursi dan ada yang sampai sembilan kursi,” paparnya.

Menurutnya bahwa pembahasan pemekaran Dapil untuk internal Partai Golkar sudah lama dibahas dengan mengundang Komisioner KPU Kabupaten Musi Rawas.

“Usulan kami dilatarbelakangi adanya kecamatan yang tidak terwakili, sehingga aspirasi akan tersumbat,” ucapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita