oleh

Santri Mazro’illah yang Positif Diisolasi di Rumah Sehat Silampari

LINGGAUPOS.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi Faris menjelaskan santri Ponpes Mazro’iilah yang terpapar Covid-19 sudah dibawa ke Rumah Sehat Silampari (RSS) di Bandiklat untuk dilakukan penyehatan. Karena di Ponpes mereka, tidak ada tempat isolasi mandiri yang representatif.

Lain halnya dengan Ponpes Ar-Risalah yang masih memiliki gedung yang kosong yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri.

Untuk di Ponpes Mazro’illah dan Ar-Risalah ini yang sudah dilakukan swab test sebanyak 270 orang. Hampir semua hasilnya sudah keluar, hanya beberapa lagi yang masih menunggu. Sementara swab test untuk pesantren lainnya mereka akan mengikuti keputusan Kemenag mau dari pesantren mana, sementara Dinkes selalu siap.

“Karena kami bukan hanya fokus kepada pesantren, atau menyasar bukan. Tapi seluruh lini kita lakukan. Kemarin bahkan kita tracking di kepolisian. Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Ini untuk preventif, jangan sampai kita zona merah terus. Ini bentuk upaya penanganan kita untuk menurunkan zona risiko,” ungkapnya, Kamis (24/9/2020).

Seperti Satuan Tugas (Satgas) Percepatan penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, datangi Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Risalah, Kamis (25/9/2020). Kedatangan mereka untuk bertemu dengan seluruh pimpinan Ponpes di Lubuklinggau, pasca munculnya kluster baru penyebaran Covid-19 di Ponpes.

Seperti yang diketahui, kluster pertama muncul di Ponpes Ar-Risalah, lalu dilakukan tracking dan swab massal muncul juga kluster di Ponpes Mazro’illah sebanyak 64 santri yang dinyatakan positif Covid-19.

Hadir Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa, Dandim 0406 MLM Letkol Inf Erwinsyah, Kasi Pakis Kemenag Kota Lubuklinggau Muslim, Kabag Kesra Pemkot Lubuklinggau Wiwin, Camat Lubuklinggau Timur I Wahyu Lindra dan jajaran di Pemkot Lubuklinggau Lainya. Sementara Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengikuti pertemuan melalui video call.

Di hadapan para Pimpinan Ponpes se-Kota Lubuklinggau, Nanan saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri meminta semua pondok meningkatkan pengetatan Prokes di Ponpes masing-masing.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa mewakili Satgas usai rapat menjelaskan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi sekaligus mengingatkan pihak Ponpes agar ketat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Pihaknya ingin memastikan hal itu, mengingat ada kluster baru di Ponpes. Mereka ingin memastikan apakah Ponpes memiliki tempat yang representatif, ada ruang untuk isolasi mandiri atau tidak.

Pihaknya menekankan kedatangan mereka bukan ingin ‘menyasar’ Ponpes seperti yang disampaikan saat rapat.

“Kita ingin memastikan itu saja. Satgas punya program 3T (Tes, Tracking, Treatment) yang dilakukan tidak hanya di Ponpes. Semua pasar, mal atau yang sifatnya kerumunan sudah di tes dengan swab massal. Yang terkonfirmasi positif di-treatment atau dilakukan penyehatan. Kami bukan menakut-nakuti, bukan menyasar Ponpes. Tujuannya satu untuk menyelamatkan warga, itu saja,” ungkap Mustofa.

Terkait KBM, semua menjadi kewenangan Kemenag Kota Lubuklinggau bukan kewenangan dari Satgas. Pihaknya hanya memastikan kesehatan santri dan guru, yang terpapar diisolasi dan yang tidak terpapar dijaga agar tidak terpapar.

“Nanti ada kajian dari Kemenag, bukan keputusan dari Satgas. Kalau kami hanya memastikan kesehatan mereka, yang sakit kita sehatkan dan yang sehat kita selamatkan,” tegasnya.

Senada disampaikan Dandim 0406 MLM, Letkol Inf Erwinsyah, pada saat rapat juga menekankan kalau kedatangan mereka tidak ada niat untuk menyasar Ponpes.

“Kita menyamakan persepsi di sini. Kebetulan kami datang ke sini karena ada kluster di sini. Kami hanya ingin mencarikan solusi bersama-sama,” tegasnya.(*)

Rekomendasi Berita