oleh

Sanjo Lebaran, Bocah di Muratara Digagahi Kakek

-Kriminal-5.434 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Berniat sanjo (silaturahmi,red) lebaran ke rumah salah seorang kakeknya. Namun, bocah bawah umur sebut saja Kuntum (8) warga Kecamatan Karang Jaya justru digagahi sang kakek.

Kejadiannya Kamis (6/6) atau hari kedua lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas Polsek Karang Jaya yang menerima laporan Senin (10/6) sekitar pukul 15.30 WIB, hari itu juga sekitar pukul 18.00 WIB, menangkap tersangka Mulyadi (60) di rumah saudaranya di Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Karang Jaya, Iptu S Samosir menjelaskan korban dan tersangka masih ada hubungan keluarga, kendati cukup jauh.

“Namun korban memang sering main ke rumah tersangka, apalagi cucu kandung tersangka ada yang seumuran korban,” jelas Kapolsek kepada Linggau Pos.

Hari naas itu, korban sengaja datang ke rumah tersangka untuk sanjo lebaran sekaligus bermain dengan cucu tersangka. Namun kondisi rumah sepi, hanya ada tersangka sendirian.

Memanfaatkan suasana tersebut, tersangka justru merayu korban dan mengajak masuk ke dalam kamarnya. Di sanalah korban digagahi, hingga kemaluannya mengeluarkan darah.

Usai melakukan aksinya, tersangka memberikan uang Rp2 ribu kepada korban. Serta menyuruh korban pulang.

Sementara korban yang mengeluhkan kemaluannya sakit, kemudian diperiksakan orang tuanya ke Puskesmas Karang Jaya.

“Korban juga mengakui kepada orang tuanya, jika ia sudah digagahi oleh tersangka,” jelas Kapolsek.

Berdasarkan laporan dari korban, petugas langsung melakukan penangkapan.

“Tersangka kami tangkap tanpa perlawanan di rumah saudaranya,” tambah Kapolsek.

Tersangka menurutnya diduga melanggar Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, minimal tiga tahun penjara, denda maksimal Rp300 juta dan minimal Rp60 juta.

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Muratara, Lia Mustika Syarif melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Muratara, Hj Gusti Rohmani selaku leding sektor perlindungan anak, mengecam keras atas kejadian kekerasan seksual terhadap anak yang berada di Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya tersebut.

Dikatakannya, kekerasan terhadap anak sangat dikecam di belahan dunia manapun termasuk daerah Kabupaten Muratara. Apalagi saat ini Muratara merupakan kontestan Kabupaten Layak Anak sehingga anak-anak semestinya mendapatkan perlindungan terutama dari pihak keluarga.

“Kekerasan terhadap anak perbuatan melanggar hukum, apalagi sampai kekerasan seksual terhadap anak,” tegas Gusti.

Ditambahnya, dalam menyikapi hal tersebut, pihaknya selaku organisasi perlindungan anak, secepatnya akan mengunjungi rumah korban, dengan upaya untuk memberikan pendampingan terhadap korban.

“Besok kita akan segera ke lapangan menemui korban, akan kita lakukan pendampingan guna pemulihan psikologi korban dan tekanan batin keluarganya,” tambahnya.

Dilanjutkannya, selain pendampingan guna memulihkan psikologi korban pihaknya dan tim P2TP2A akan memberikan pendampingan proses hukum terhadap keluarga korban sehingga pelaku dapat dihukum dengan hukuman yang setimpal.

“Proses hukumnya juga akan kita dampingi, kita berharap pelaku dihukum sesuai dengan UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” harapnya.
(end/fji)

Rekomendasi Berita