oleh

Samuji : Yang Dibagikan Lima Potong

CURUP- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rejang Lebong, T Samuji menjelaskan, pembagian bahan dasar pakaian sekolah untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak lima potong.

“Mudah-mudahan saat ini semua siswa sudah menerima bahan dasar pakaian sekolah, memang kemarin sedikit terlambat karena posisi sekolah sedang libur, namun waktu libur bahan pakaian sudah ada di sekolah,” kata Samuji dikonfirmasi di kantornya Jumat (11/1).

Samuji menjelaskan, lima potong bahan dasar pakaian tersebut untuk dua setel pakaian. Diantaranya dua potong bahan untuk putih merah untuk SD dan putih biru untuk SMP, kemudian atasan dan bawahan pramuka dan satu potong untuk bahan muslim.

“Untuk satu potong bahan pakaian muslim ukurannya berbeda, untuk muslim sepanjang sekitar 2 meter,” papar Samuji.

Bahan pakaian sekolah yang dianggarkan tahun 2018 kemarin, diperuntukkan untuk siswa SD-SMP tersebar di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak sekitar 45.684 siswa.

Dengan pembagian bahan dasar sekolah, kata Samuji, tidak ada lagi anak Rejang Lebong tidak sekolah karena tidak ada pakaian, kemudian bisa meringankan biaya anak sekolah dengan harapan bisa diadakan setiap tahun.

Menurut Samuji, dengan adanya pembagian bahan dasar pakaian yang tentunya harus di jahit secara bertahap sesuai kemampuan wali murid masing-masing. Menurut Samuji, salah satu alasan dibagikannya bahan dasar pakaian bukan seragam pakaian jadi selain anggaran yang tidak mencukupi, ukurannya dikhawatirkan berbeda-beda.

“Minimalkan diukur 6 bulan sebelumnya, kalau kemudian 6 bulan kemudian dibagikan dan ketika diberikan ukurannya sudah berubah karena perubahan tubuhnya. Sehingga memang harus diberikan bahan. Sehingga memberikan keluasaan menjahit sesuai ukuran badanya. kalau anggarannya sekitar Rp11,9 miliar,” ungkap Samuji.

Samuji juga menambahkan, tahun 2019 ini, Disdik juga kembali menganggarkan bahan dasar pakaian sekolah khusus untuk siswa baru senilai kurang lebih Rp1,4 miliar.

“Kalau yang tahun ini Rp1,4 miliar, khusus untuk siswa baru baik SD maupun SMP, nanti kita lihat dulu anggarannya bisa untuk berapa potong, kalau tidak cukup untuk SD dan SMP ya untuk siswa baru SD dulu,” tambah Samuji. (sam)

Rekomendasi Berita