oleh

Samsul Diancam 15 Tahun Penjara

Teman Pengedar Upal Diduga Warga Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE, MUARA KELINGI – Polisi masih memburu teman tersangka, Samsul Fajri (25) warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas. Karena diduga menggunakan Uang Palsu (Upal) untuk membeli bensin dan telah diringkus polisi, Sabtu (6/1).

Namun, belum membuahkan hasil lantaran teman tersangka berinisial AL (27) saat dilakukan penggerebekan di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Senin (8/1) kabur.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafarudin mengatakan bahwa memang dari keterangan tersangka, Samsul dirinya mendapatkan Upal dari temannya AL dan berani membelanjakan Upal lantaran ingin mencoba-coba.

“Tapi, walaupun demikian kami tetap menjerat tersangka dan akan tetap menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Syafarudin, Kamis (11/1).

AKP Syafarudin menjelaskan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Samsul dijerat Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 Undang-Undang (UU) No. 7 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara dengan denda Rp 50 miliar.

“Jadi sudah jelas mengacu dengan pasal 36 UU RI, akan dilakukan proses hukum,” jelas AKP Syafarudin.

Lebih lanjut, kapolsek menjelaskan, namun dari pengakuan tersangka bahwa dirinya baru pertama kali membelanjakan Upal, memang di dalam dompet tersangka juga ditemukan uang asli senilai Rp 100 ribu.

“Setelah digeledah di tubuh dan di rumah tersangka, tidak ditemukan barang bukti Upal lainnya,” ucap Kapolsek.

Selain itu, setelah dilakukan pengejaran AL bahwa diketahui buronan itu bukan warga asli Desa Pulau Panggung melainkan luar dari Kabupaten Musi Rawas ataupun Muratara melainkan daerah tetangga yakni Kota Lubuklinggau.

“Maka dari itu, kami masih melakukan pengembangan kasus Upal ini. Apalagi sebelumnya, di Polres Lubuklinggau telah meringkus pencetak Upal, tidak menutup kemungkinan ada keterkaitan dari pengedar Upal,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita