oleh

Sampah Pasar B Srikaton Menumpuk

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO- Sampah berada di belakang Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) terkesan dibiarkan menumpuk. Tidak diangkut petugas kebersihan.

Keadaan ini dikeluhkan pedagang dan pengunjung pasar. Pasalnya, tumpukan sampah didominasi jenis plastik dan limbah rumah tangga menimbulkan bau sangat menyengat.

Apalagi lokasi bak sampah sangat berdekatan dengan kios pedagang. Saat angin berhembus bau tak sedap sangat menusuk hidung.

Seorang pedagang, Juniati (35) yang bersebelahan dengan bak sampah itu mengaku, sangat terganggu dengan aroma tak sedap yang timbul dari tumpukan sampah itu, lebih kurang sudah satu minggu ini.

Dikatakan Juniati, sampah itu mulai berserakan setelah Idul Fitri. Meski petugas sudah mengangkutnya sedikit-sedikit, tetapi bau tetap saja menyengat.

“Usai Idul Fitri sampah berserakan di sini. Sebelumnya memang sampah menumpuk tetapi tidak banyak seperti sekarang ini,” kata Juniati, Minggu (1/7).

Apalagi, sambung dia, musim penghujan seperti ini, baunya semakin menyengat. Akibatnya itu, penjual sepi pembeli karena pembeli tidak tahan dengan bau itu.

“Saya berharap kepada Pemkab Mura agar bak sampah dijauhkan dari lapak pedagang. Walaupun musim penghujan para pembeli masih mau datang,” harapnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mura, Darmadi mengatakan pengangkutan sampah di Pasar B Srikaton sudah diserahkan kepada pihak ketiga. Dengan jadwal pengakutan tiga kali seminggu. Lantaran aktivitas pasar sangat ramai, pihaknya berencana akan menambah jadwal pengakutan sampah dua hari sekali. Karena anggaran tak cukup, maka saat ini seminggu tiga kali.

“Namun dianggarkan perubahan nanti, kami akan usulkan sehingga bisa dua hari sekali. Kalau tahun depan rencananya setiap hari,” kata Darmadi.

Hanya saja, saat ini pihaknya mengaku masih terkendala masalah saluran drainase. Sebab, saluran drainase lebih tinggi badan jalan dari pasar.

“Jadi setiap kali terjadi hujan deras aliran air tidak lancar dan menyebabkan genangan di dalam pasar. Namun, kita sudah komunikasi dengan instansi terkait untuk pembenahan,” tegasnya. (04)

Rekomendasi Berita