oleh

Air di Saluran Irigasi Megang Sakti Tak Kunjung Mengalir

LINGGAU POS ONLINE –  Saluran irigasi di Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti tidak kunjung mengalir. Sehingga hal tersebut dikeluhkan warga sekitar, pasalnya sawah mereka tidak ada airnya akibat terhambat oleh pembangunan irigasi tersebut.

Berdasarkan pantauan Linggau Pos, Minggu (1/9/2019) saluran irigasi tersebut sudah selesai dikerjakan. Namun airnya belum juga mengalir, apalagi pembangunan irigasinya lebih tinggi dari pada rumah warga. Tentunya hal tersebut berdampak banjir, saat musim hujan tiba.

Seperti dikeluhkan, Sunandi (39) warga setempat mengatakan dengan adanya irigasi ini tidak membantu warga. Malah membuat kerugian saja, karena sejak ada irigasi hasil panen petani berkurang.

“Dulu sebelum ada irigasi ini, kami panen selalu melimpah. Namun, saat ini selalu rugi saat musim panen tiba. Karena airnya tidak masuk ke sawah akibat pembangunan irigasi itu,” kata Sunandi.

Sehingga dengan ada irigasi tersebut, berdampak pada warga yang merasakan imbasnya. Sebab, terkadang air yang harusnya mengalir di lokasi irigasi malah membanjiri rumah warga apalagi saat musim penghujan tiba.

“Ya, setiap hujan turun puluhan rumah warga setempat terendam banjir,” ucapnya.

Menurutnya, pengerjaan saluran irigasi tersebut sudah sejak dua tahun lalu. Bahkan pihaknya protes saat pengerjaan proyek dulu, tetapi selalu disalahkan.

“Sebelum dibangun kami protes tetapi tidak didengar orang, apalah daya kami hanya rakyat miskin. Lihat saja sekarang, banyak dampak buruk yang timbul,” keluhnya.

Hal sama dikeluhkan, Efendi (28) mengatakan semenjak saluran irigasi dibangun para petani terancam gagal tanam,  lantaran kebutuhan air irigasi tanaman padi tidak terpenuhi.

Dikatakan, para petani sangat berharap air irigasi dapat menyelamatkan tanaman padi milik para petani yang saat ini dilanda kekurangan pasokan air.

“Sejak irigasi pertama kali dibangun para petani sangat berharap, mampu mengatasi kekurangan air. Namun kenyataannya air irigasi yang diharapkan sangat minim alias tidak mampu mengatasi kekurangan air,” kata Efendi.

Ditambahkan, kelangkaan pasokan air irigasi pada persawahan ramai disuarakan warga melalui media sosial. Dan irigasi itu airnya dari Kecamatan Selangit.

“Kalau kekurangan air irigasi ini tidak segera di atasi, saya khawatir. Memang petani yang bersawah di sini sedikit, tetapi bagi kami ini sumber kehidupan,” keluhnya. (*)

Laporan Daulat

Rekomendasi Berita