oleh

Saksi Benarkan Bentrok Saat Eksekusi Lahan Damri

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau kembali melaksanakan sidang dengan tiga terdakwa SR (44) YC alias AI (50) dan SJ (43).

Para terdakwa ini diduga menjadi provokator. Hingga melakukan perlawanan terhadap polisi yang sedang menjalankan tugas mengeksekusi lahan Perum PT Damri.

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa(17/4) di ruang sidang Cakra PN, dengan ketua majelis hakim Hendri Agustian, hakim anggota Ferdinaldo, dan Sahreza Papelma, dan JPU Anton Sujarwo.

Saat memberikan keterangan, saksi Robinson (27) membenarkan terjadinya bentrok saat eksekusi lahan PT Damri berasal dari terdakwa SR, diduga melakukan pengumpulan massa, senjata dan bambu runcing.

Sementara, semua menjadi tidak jelas setelah ketua majelis hakim memberi waktu bertanya kepada terdakwa SR kepada saksi Robinson, mengenai kesaksiannya melihat terdakwa melakukan pengumpulan massa. Serta yang dituduhkan saksi.

Namun Robinson tidak bisa menjawab secara jelas, dan tidak sesuai dengan jawabannya. Malah ia mengaku melihat rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan pengumpulan massa.

“Saya tidak melihat terdakwa, bahkan pada saat kejadian terdakwa tidak terlihat di lapangan,” kata Robinson di tengah persidangan.

Sementara, usai persidangan terdakwa SR menyampaikan dirinya tidak akan memberikan perlawanan untuk kasus hukum yang dihadapinya sekarang.

“Saya tidak akan menggunakan pengacara. Saya berharap hukum ditegakan seadil-adilnya terhadap kasus yang menimpa dirinya dan rekan saya,” harap SR.

Sementara dua terdakwa YC alias AI (50) dan SJ (43) disidangkan di tempat terpisah, dan menunggu antrean sidang lainnya.

Sekedar mengingatkan, kronologis membuat tiga terdakwa harus berurusan dengan aparat penegak hukum terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pada tanggal 20 Desember 2017, Pengadilan Negeri akan melakukan eksekusi terhadap lahan seluas 15.500 M2 di Jalan M Toha, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Kemudian proses eksekusi dimulai, dengan penyampaian dari tim negosiasi. Di mana aparat penegak hukum meminta masyarakat dengan ikhlas keluar dari lahan eksekusi. Tanpa ada yang tersakiti.

Namun, dialog antara tim eksekusi dan kelompok pembela warga tidak berjalan mulus. Terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dan tiga terdakwa, diduga merupakan provokator dalam bentrokan tersebut. Hingga akhirnya dilakukan penangkapan.(11)

Rekomendasi Berita