oleh

Saingi Patung Merlion, Air Memancar 50 Meter

Tugu Belido, Landmark Baru Kota Empek-empek

Kota Palembang punya Landmark baru. Tugu Belido berbentuk Ikan Belido selesai dibangun. Tugu itu berada di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Digadang-gadang akan mengalahkan Patung Merlion Park Singapura, karena di depan mulut Tugu Ikan Belido akan memancar air sejauh 50 Meter ke arah Sungai Musi.

Laporan Budi Santoso, Palembang

SEBELUM masuk ke laporan, pasca selesainya pembangunan Tugu Belido, saya akan mengutip terlebih dulu definisi dari Landmark. Sesuai dengan Kamus Bahasa Indonesia, Landmark itu diartikan sebagai  (guide) penunjuk. Atau bisa juga sesuatu yang mudah dilihat atau dikenal.

Berkaitan dengan Tugu Belido, jika selesai dibangun akan diresmikan oleh Presiden RI, Jokowi Widodo. Meskipun waktunya belum dapat dipastikan, tentu tugu ini akan menjadi penunjuk, ini loh Landmark Kota Palembang yang baru.

Selama ini kita mengenal Jembatan Ampera yang fenomenal tersebut. Tapi kini ada yang baru, Tugu Belido. Sehingga Palembang makin dikenal pengunjung lokal maupun mancanegara, siap melihat keindahan tugu. Letaknya pun tak jauh dari BKB maupun Jembatan Ampera.

Kesempatan saya kembali datang ke kota empek-empek terjadi pada Senin (27/11) malam. Atas undangan PT Medco E&P Indonesia mengikuti ‘Dialog Dinamika Industri Hulu Migas dan Transformasi Media Massa Bersama Jurnalis Sumatera Selatan (Sumsel) ‘ di Ballroom The Excelton Hotel Palembang, Senin malam (27/11). Usai acara yang berlangsung dua hari tersebut, saya pun mulai ngetrip.

Menuju ke kawasan BKB yang melegenda di Kota Palembang. Di Jalan A Rivai itu padat dengan kendaraan. Pribadi maupun angkutan umum. Beda dengan tahun lalu, sekarang sudah ada Gojek, moda kekinian alias ojek modern berseliweran di jalan. Mau pesan Gojek.

Karena lokasi acara di Jalan Demang Lebar Daun, maka saya pun naik angkutan kota warna abu-abu. Tidak terlalu lama untuk menuju BKB, meski Jalan Radial hingga Jalan Merdeka macet. Palembang memang terus berbenah. Tahun depan akan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII, bersama Kota Jakarta. Meski panas terik menyengat, sekitar pukul 13.30 WIB, saya tetap meneruskan perjalanan.

Jalan Demang Lebar Daun tidak seperti dulu lagi, pada tengah jalan sampai ke Jalan Kapten A Rivai dibangun untuk Kereta Rel Listrik (KRL) melintasi Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Kendaraan padat merayap.

Kemacetan mulai terjadi di mana-mana. Palembang sangat berbeda dengan belasan tahun lalu. Kota yang semakin maju dan berkembang.

Sesampainya di simpang BKB saya pun turun. Dan langsung bertemu dengan warga setempat. Tak jauh dari Kantor Pos Palembang, saya merangsek menuju ke Pelataran BKB berada di sebelah kiri. Sukirman, warga setempat bekerja ngojek menyatakan, Tugu Belido itu belum diresmikan.

“Tugu itu dibangun katanya nak nyaingi Singapura yang ado Patung Singo itu, kalo di sini patung Ikan Belido. Sampe sekarang belum diresmikan padahal sudah lamo selesai dibangun,” ucap pria berperawakan sedang ini.

Ia menunjukkan lokasinya. Saat saya menginjakkan kaki di sana terlihat warga hilir mudik. Maklum Palembang sekarang dikenal sebagai Kota Metropolis. Banyak pendatang ke sana. Untuk berniaga ataupun sekedar kongkow. Sukirman menyebutkan kalau hari libur, banyak sekali pengunjung datang.

“Malam hari juga ramai pengunjung,” ungkapnya.

Tak lama sampailah saya di depan Tugu Belido. Bentuknya sangat menarik. Di bagian bawah terlihat tulisan PT Bukit Asam, lengkap dengan ornamen batik. Tugu ini dilingkari pagar. Bentuknya berupa Ikan Belido berukuran besar. Beratnya sampai 3 ton loh.

Dikutip dari sejumlah sumber, Ikan Belido, sebutan warga Palembang, merupakan ikan tawar asli Sungai Musi yang membelah Palembang. Ikan Belido ini merupakan bahan untuk membuat pempek kualitas super dengan rasa lezat. Tapi sekarang keberadaan ikan itu mulai punah.

Untuk mengabadikan ikan Belido, itu maka dibangunlah Tugu Belido dengan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) senilai Rp 3,3 Miliar.

Patung ini dibuat di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah dan mulai dikerjakan pada Juli 2017 lalu. Patung ini dirakit di Palembang terbuat dari lempengan tembaga dan kerangkanya dibuat dari baja. Nanti dari mulut ikan Belido itu akan mengeluarkan air sejauh 50 meter ke arah Sungai Musi. Dan, ini akan menambah keindahan untuk berswafoto pengunjung. Saat saya lihat Selasa kemarin, air itu belum keluar dari mulut Patung Ikan Belido.

“Belum diresmikan pak, tugunya,” ulang Sukirman sambil mempersilakan saya untuk ber-selfi.

Saat itu memang masih siang hari. Panas yang menyengat bisa jadi membuat pengunjung enggan merapat ke dekat Tugu Ikan Belido tersebut.

Sebagai landmark baru tentu Tugu Ikan Belido dapat menjadi tujuan wisata masyarakat Palembang dan sekitarnya. Setidaknya ada ciri khas untuk mengenalkan kekayaan alam berupa Ikan Belido kepada anak cucu, meski dalam bentuk patung. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita