oleh

Sadis! Istri Hamil Dibunuh Suami

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Masih ingat dengan tragisnya kematian Eka Mia Kurnia (35), yang dibunuh suami sirinya, Maryantoni alias Toni (36) , 15 November 2017 lalu.

Eka (Almh) yang merupakan warga Jalan Sukowati, Kelurahan Talang Rimbo, Kecamatan Curup itu tewas mengenaskan usai mengalami pendarahan hebat. Ia dan janin tujuh bulan dalam kandungannya tak terselamatkan, usai dihujam dengan pisau secara membabi-buta oleh Toni.

Akibat kekejian yang dilakukan Toni tersebut, Eka menderita luka sekujur tubuh. Yaitu di pinggang, punggung, dada dan perut korban.

Hal itu terungkap saat jajaran Polres Rejang Lebong menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis di Jalan Umum MH Thamrin, Kelurahan Air Rambai, Kecamatan Curup tersebut.

Rekonstruksi dilakukan di pinggir jalan berada di samping Mapolres Rejang Lebong, Kelurahan Dwitunggal Curup, Kamis (7/12). Dimulai sekitar pukul 10.15WIB.

Data yang berhasil dihimpun Linggau Pos di lapangan, rekonstruksi kasus pembunuhan dilakukan oleh tersangka merupakan suami siri korban dilakukan sebanyak 24 adegan.

Awalnya, tersangka mendatangi toko pakaian korban dengan menggunakan ojek. Sesampai di lokasi korban terlihat hendak menutup toko pakaiannya. Eka kemudian dihampiri tersangka. Sempat terjadi percakapan antara tersangka dan korban. Namun korban tak begitu menghiraukan hingga akhirnya tersangka meminta korban mengantar tersangka menggunakan kendaraan roda dua milik korban.

Saat dibonceng, tersangka meminta korban untuk menghentikan laju kendaraannya dan meminta tersangka berada di depan karena malu jika dilihat orang dirinya dibonceng. Namun korban enggan hingga akhirnya korban menghentikan paksa laju kendaraan korban.

Saat itulah percekcokan terjadi hingga akhirnya tersangka menusukkan Senjata Tajam (Sajam) jenis pisau yang dibawa di dalam tas tersangka ke bagian pinggang korban. Meski sudah ditusuk pada bagian pinggang, korban masih berada di atas motor hingga akhirnya korban kembali menusukkan pisaunya pada bagian punggung.

Tak berhenti sampai di situ, korban yang tersungkur bersama kendaraannya dan korban masih berusaha menghindarinya. Tersangka pun kembali menghujamkan pisaunya pada bagian dada berkali-kali hingga akhirnya tersangka menusuk pada bagian perut.

Saat korban terlihat pingsan, sejumlah warga pun berusaha mendekati mereka. Namun karena tersangka membawa pisau. Warga pun belum berani mendekat dan meminta pertolongan warga lainnya. Hingga akhirnya ada satu petugas yang kebetulan sedang melintas.

Mendengar teriakan warga yang memanggil petugas, tersangka pun kemudian meninggalkan pisau dan tasnya di lokasi kejadian perkara dan kemudian melarikan diri ke arah persawahan tak jauh dari lokasi kejadian.

Tak lama kemudian petugas yang langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran berhasil mengamankan tersangka. Sementara itu, dalam rekonstruksi yang disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Curup dan pihak terkait lainnya mendapatkan pengawalan ketat.

Bahkan polisi memasang police line di dua arah mengantisipasi adanya warga yang ingin mendekati lokasi rekonstruksi.

Tak sedikit kalangan warga yang melintas dan pelajar turut menyaksikan dari jauh rekonstruksi pembunuhan sadis tersebut.

Bahkan, usai rekonstruksi berlangsung mendadak ada dua orang perempuan merupakan keluarga korban menghampiri tersangka. Sembari histeris dan menangis melihat rekonstruksi itu dan sempat berbicara dengan tersangka menyayangkan kejadian tersebut.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi melalui Kasat Reskrim, AKP Chusnul Qomar didampingi KBO, Iptu Subiono menjelaskan, rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut dilakukan sebanyak 24 adegan.

Rekontruksi dilakukan untuk memperjelas kronologis kejadian dalam kasus tersebut.

“Ada 24 adegan diperagakan tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui pembunuhan sadis menimpa Eka Mia (35) Ibu hamil warga Sukowati terjadi pada malam hari 15 November 2017 sekitar pukul 21.30 WIB.

Tersangka berhasil diamankan petugas Polres Rejang Lebong setelah tersangka kabur melintasi persawahan. Jejak pelaku berhasil diketahui setelah petugas melihat jaket dan percikan darah berada di sekitar persawahan hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita