oleh

Sabu Direndam Dalam Baju

JAKARTA – Pengamanan berlapis di bandara ternyata tak membuat gentar para kurir narkoba mengantarkan barangnya ke pembeli. Modus penyelundupan barang haram ini makin canggih. Seperti yang dilakukan Samuel Machado Nhavene, warganegara Mozambik.

Pria ini mencairkan dan merendam zat Metamfetamina ke dalam baju untuk mengelabui petugas. Sayang, modus ini dketahui pihak Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi mendapat hasil bahwa pelaku membawa narkoba di kopernya.

Setelah diketahui baju dan handuk mengandung zat Metamfetamina, Samuel langsung digiring Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Polisi menemukan narkoba jenis sabu seberat 8 Kg dari perasan baju dan handuk milik tersangka. Metamfetamina diduga dibawa dari negara asalnya yang dipesan salah satu bandar di Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, penangkapan tersangka ini hasil penyelidikan tim selama satu minggu terkait, dengan kasus pengungkapan jaringan antar-negara Mozambik dan Indonesia. “Jaringannya sedang kita selidiki secara detil,” jelas Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/1).

Eko mengatakan, ketika dilakukan pemeriksaan pada mesin X-ray, petugas Bea dan Cukai mencurigai satu tas jinjing bertuliskan Omaya. Pasalnya, pakaian dan handuk yang telah dioplos sabu itu dalam keadaan basah dan kaku.

Pelaku sengaja dicairkan dan direndam bersama pakaian beserta handuk. “Namun nanti, setelah dikeringkan pakaian dan handuk itu akan diperas, dan sabu itupun bisa digunakan,” bebernya.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi narkotika dan hasilnya pakaian dan handuk mengandung sabu,” imbuhnya.

Adapun barang bukti yang diamankan saat penangkapan itu, satu handuk berisikan sabu seberat 1,3 Kg, enam kemeja dengan sabu seberat 2,1 Kg, sembilan kaos yang dioplos narkotika 3,5 Kg dan dua kaos jenis Polo dengan barang haram 1 Kg. (mhf/fin/tgr)

Rekomendasi Berita