oleh

Saat Zoonosis Menjangkiti Kucing Kesayangan

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Memiliki hewan peliharaan semisal kucing, memang sesuatu yang menyenangkan. Namun bagaimana ketika kucing kesayanganmu terjangkit Zoonosis?

“Penyakit Zoonosis menurut badan kesehatan dunia diartikan penyakit yang dapat menular ke sesama hewan dan menular ke manusia, yang sering kita dengar di tengah masyarakat seperti penyakit rabies, antraks, flu burung, tokso dan sebagainya,” jelas Pemilik Klinik Medika Satwa, drh Gunjal, Kamis (23/11).

Penularan penyakit Zoonosis, kata drh Gunjal, Zoonosis terjadi karena kontak langsung atau bahan makanan asal hewan yang tercemar.

“Penyakit Zoonosis yang bersumber dari hewan peliharaan kucing yang sering kita jumpai adalah penyakit ring worm dan toksoplasmosis atau lebih terkenal dengan penyakit tokso,” bebernya.

Sementara untuk Ringworm (infeksi jamur) jika terjadi pada kucing akan terlihat gejala bulu rontok, terjadi kebotakan berbentuk zona lingkaran berbatas beberapa spot di bagian kulit.

“Gejala lainnya, kucing sering menggaruk-garuk kulit. Kalau sudah begitu, segera bawa hewan peliharaan ke dokter hewan jika menunjukkan gejala ini untuk mencegah penularan ke manusia,” imbuhnya.

Pada manusia, jelas drh Gunjal, penyakit ini seperti disebabkan oleh cacing karena mengandung “worm”. Namun, sebenarnya penyakit ini muncul karena infeksi jamur kapang bergenus Mycrosporum, Trichophyton, dan Epidermophyton.

“Pada manusia yang tertular akan menimbulkan gejala kulit yang terinfeksi akan berubah bentuk membentuk zona lingkaran berbatas jelas di permukaan kulit. Semakin digaruk, kulit yang terinfeksi ringworm akan terasa semakin gatal dan area infeksi semakin lebar,” paparnya.

Semenatra kalau Toksoplasmosis (tokso), terkadang pada kucing tidak menimbulkan gejala klinik, tapi di Klinik Medika Satwa telah tersedia rapid test untuk toksoplasmosis pada kucing.

“Toksoplasma dapat menular dari kucing melalui kotoran. Bukan dari air liur dan bulu-bulunya,” jelasnya lagi.

Toksoplasma, kata drh Gunjal, biasanya menulari orang yang suka memakan daging mentah, yang tidak dimasak dengan kematangan sempurna, yang tidak menjaga kebersihan badan serta lingkungannya.

Penyakit ini dapat menyebabkan cacat bawaan (kelainan genital) pada bayi, hidrocephalus dan keguguran (abortus) pada ibu hamil. Pada umumnya penyakit ini ditularkan oleh kucing yang terserang Toxoplasma Gondii.

Namun pet lovers, jangan risau atau buru-buru memutuskan untuk bermusuhan dengan si meong, dengan pola hidup bersih penyakit ini bisa dicegah. toksoplasma dapat diobati dan tentunya dengan pemeriksaan dan pengobatan  dini yang tepat.

Berdasarkan sumber penularannya Zoonosis dibagi menjadi empat. Pertama oleh bakteri, itu menyebabkan antrhrax, TBC, dan abortus.

Kedua, Zoonosis bisa menular melalui virus, yang menjadi penyebab penyakit rabies, flu burung dan hepatitis.

Ketiga, ditularkan melalui parasit yang jadi penyebab penyakit tokso dan taeniasis.

Keempat, oleh prion yang jadi penyebab Bovine Spongioform Encephalopathy (BSE) atau terkenal dengan penyakit sapi gila.

Masa inkubasi penyakit yang bersifat Zoonosis berbeda beda. Misal kata drh Gunjal, penyakit rabies sejak anjing terinfeksi sampai menunjukkan gejala memerlukan waktu 2-6 bulan.

Penyakit tokso pada kucing sering bersifat sub klinis sehingga gejala yang timbul tidak tampak jelas, deteksi toksi melalui uji rapid test kotoran kucing sangat dianjurkan.

Ketika terjangkit Zoonosis, apa yang harus dilakukan pemilik kucing itu?

“Segera periksakan ke dokter hewan terdekat, pisahkan kandang hewan yang sakit dengan yang sehat untuk mencegah penularan,” sarannya.

Tentang pengobatannya, hewan terutama kucing yang terinfeksi toksoplasma dapat dilakukan pengobatan di klinik hewan, tapi memerlukan waktu yang lama, pencegahan lebih diutamakan, prevent is better than cure.

Nah, agar terhindar dari penyakit tokso, pet lovers harus membiasakan pola hidup bersih, periksakan kucing anda ke dokter hewan, tes untuk toksoplasma, jangan berikan makanan daging/ikan mentah.

“Kucing yang selalu berada di rumah dan mengonsumsi makanan kalengan/kering sangat jarang bahkan tidak ditemukan protozoa toksoplasma di tubuhnya. Selain itu, saran saya jaga selalu kebersihan cat litter dan cegah kucing berburu/berkeliaran di luar rumah dan kontak dengan kucing liar. Yang tak kalah penting vaksinasi secara berkala,” imbuhnya.

Khusus di Klinik Medical Satwa, kasus yang pernah ditemui ialah rabies pada anjing, ring worm pada anjing kucing serta tokso pada kucing pernah dideteksi positif ada dua ekor pasien.

Nah, hewan-hewan kesayangan anda bermasalah? Bisa langsung hubungi drh Gunjal Ritonga, M.Si (081366284999/081373032579). Di Klinik Medika Satwa ini hewan peliharaan anda bisa mendapat layanan operasi, vaksinasi, rawat inap, brooming, boarding, dental scalling maupun USG. Atau datang langsung ke Medika Satwa, Jalan Pembangunan, Nomor 17, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita