oleh

Saat Istri Pergi, Oknum Ustadz Setubuhi Santri

LINGGAUPOS.CO.ID- Terdakwa Irwansyah (24),  yang merupakan oknum ustadz, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau dengan agenda pembacaan surat dakwaan, saat puasa pertama 1442 H, Selasa (13/4/2021) pukul 11.00 WIB.

Terdakwa yang merupakan oknum ustadz di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Musi Rawas ini merupakan warga  Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas. Ia disidangkan karena diduga menyetubuhi santriwati inisial P (16) Sabtu (7/12/2020).

Sidang secara tertutup dipimpin Ketua Majelis Hakim Yulia Marhaena, dengan Hakim Anggota  Rizal dan Amir Rizki serta Panitera Pengganti (PP) Boy. Sedangkan terdakwa didampingi Penasehat Hukum Geri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Ayu Soraya membenarkan bahwa terdakwa jalani sidang perdana, namun terdakwa akan menjalani sidang lanjutan Selasa (20/4/2021) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak korban. Hal ini disetujui oleh penasehat hukum terdakwa dan Hakim PN Lubuklinggau saat sidang.

Kejadian membuat terdakwa disidangkan, karena  Desember 2019 sekira pukul 22.00 WIB terdakwa diduga melakukan pemerkosaan di salah satu pesantren di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas.

Awalnya korban dititipkan orang tuanya untuk belajar di pesantren yang dipimpin terdakwa. Lalu dengan beberapa alasan, terdakwa menyarankan korban dirukiah. Saat itulah korban diminta berbaring hanya mengenakan kain sarung.

Korban tak mendengar bacaan apa yang disebut terdakwa. Hanya mulut terdakwa komat kamit.

Sambil membaca doa itulah, korban disentuh area sensitifnya.

Kemudian terdakwa bertanya kepada korban, “Apakah saat menjadi pengamen, korban pernah disetubuhi?”. Lalu  korban menceritakan semua kenakalan yang pernah ia lakukan di masa lalu pada terdakwa. Bukan prihatin, malah terdakwa mengajak korban bersetubuh.

Korban sempat menolak ajakan terdakwa, namun terdakwa mengancam korban. Jika korban tetap menolak, terdakwa mengancam  akan menyebarkan semua kenakalan yang pernah korban lakukan dimasa lalu dan menyebut korban sebagai wanita yang tidak benar. Mendengar ancaman yang diucapkan terdakwa tersebut, korban merasa takut lalu korban menuruti permintaan terdakwa untuk melakukan persetubuhan.

Tak hanya itu, dibulan yang sama, saat keadaan pesantren sepi, istri terdakwa sedang pergi, dan kedua anak ustadz  tidak tahu ke mana. Kemudian dalam kamar korban, terdakwa  kembali menyetubuhikorban.

November 2020 sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa mengajak korban dan temannya untuk melakukan ritual dengan cara bersetubuh dengan korban.

Mulanya   teman korban diminta oleh terdakwa untuk membawa korban masuk ke dalam kamar Eyang. Tidak lama kemudian disusul oleh terdakwa yang juga ikut masuk ke kamar.

Saat di kamar, terdakwa meminta teman korban untuk menjaga dan menunggu di luar sambil berjaga-jaga apabila istri terdakwa kembali. Setelah terdakwa dan korban di dalam kamar berdua, terdakwa langsung menyetubuhi korban.

Berdasarkan keterangan korban, terdakwa berulang kali melakukan persetubuhan ataupun pencabulan  terhadap korban. Setiap kali ada kesempatan yang dilakukan di dalam kamar korban, di dapur, bahkan di dalam rumah terdakwa saat anak dan istri korban tidak di rumah.

Sehingga  Kamis (28/11/2020) sekira pukul 14.00 WIB, korban kabur dari  pesantren  dibantu oleh rekannya ke arah Tugumulyo dan melaporkan ke Polsek Tugumulyo. Rekan korban kembali ke Ponpes sedangkan korban kabur ke Kota Lubukinggau.

Bahkan berdasarkan Visum E1 Repertum No 02/301GD/RSMB/X11/2020 tanggal 10 Desember 2020 di RS Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, pada selaput himen korban tampak robekan arah jam 3 dan jam 7.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita