oleh

Rumah Tanfidz Pertama di Muratara

MURATARA – Ketua TP-PKK Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif, menghadiri peresmian Gedung Belajar Rumah Tahfidz Yayasan Bani Aqil Umar, di Desa Noman Baru Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sabtu (13/7).

Kegiatan yang sekaligus pelaksanaan wisuda angkatan pertama bagi peserta didik Rumah Tahfidz Bani Aqil Umar, juga dihadiri, Sekda Muratara Alwi Roham, Ketua DWP Muratara Nur Aini Alwi Roham, Sekretaris Dewan Saidi, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Emilia.

Ketua TP-PKK Lia Mustika Syarif, sangat mengapresiasi atas berdirinya rumah tahfidz, karena sangat mendukung dari visi misi Pemkab Muratara dan Pemprov Sumsel.

Dikatakannya Program Rumah Tahfidz merupakan program dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru yang menginginkan setiap desa di Sumsel minimal memiliki satu rumah tahfidz.

“Sudah semestinya pemerintah daerah dan terutama pemerintah desa men-support dengan adanya rumah tahfidz. Karena Gubernur Sumsel bukan main-main dengan programnya, harus diketahui ada anggaran Rp25 juta yang diberikan oleh Pemprov untuk desa, dan pembagiannya ada untuk kegiatan seperti rumah tahfidz,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Muratara Alwi Roham berharap pada desa-desa lainnya yang berada di Kabupaten Muratara juga melaksanakan pendirian rumah tahfidz sebagai bentuk support dari visi dan misi pemerintah daerah.

“Ini gebrakan luar biasa dalam mendukung visi misi pemerintah, jadi desa lainnya harus mencontoh untuk mendirikan rumah tahfidz,” katanya.

Ditambahnya, pada zaman yang semakin canggih banyak dampak negatif dari kemajuan jaman yang sudah semakin sulit dikontrol. Upaya pembentengan sejak dini sangat diperlukan agar generasi penerus bangsa tidak salah jalan dalam menghadapi jaman modern.

“Mengajarkan ilmu agama sejak dini sangat berguna bagi generasi penerus kita, agar anak-anak kita tahan uji dimasa depan, ketika mereka terlena dengan perkembangan jaman” ungkapnya.

Kepala Kemenag Muratara, H Ikhsan Baijuri mengatakan bahwa Yayasan Bani Aqil Umar, merupakan rumah tahfidz pertama yang mendapatkan sertifikat dari Kemenang Muratara.

“Patut bangga warga Desa Noman, karena kalian telah memiliki wadah untuk mendidik anak-anak dalam belajar membaca dan menghafal Alquran. Semua itu berkat kegigihan pengajarnya Bu Masda yang sangat semangat mendirikan rumah tahfidz, maka dari itu saya berpesan masukkan ah anak kalian ke rumah tahfidz,” katanya.

Ditambahkannya, selaku leading sector dalam pelajaran agama yang berada di Muratara, pihaknya akan bekerja keras dalam mewujudkan visi misi gubernur untuk mencapai target satu desa minimal satu rumah tahfidz.

“Insya Allah satu rumah tahfidz di setiap desa akan terwujud, dalam setiap kegiatan di desa kami selalu memberi support dan arahan agar pemerintah desa dapat mendirikan rumah tahfidz,” jelasnya.

Apalagi program bupati kita sangat selaras dengan program ini dengan mengirimkan sebanyak 350 anak untuk belajar Alquran di pulau Jawa, Madura dan Sumatera.

“Saya yakin Muratara yang Islami akan terwujud,” tambahnya.

Sementara itu Sekwan Muratara, H Saidi HZ, yang juga sekaligus pembina dari Yayasan Rumah Tahfidz Bani Aqil Umar mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah dalam peresmian sekaligus pelaksanaan wisuda angkatan pertama rumah tahfidz bani Aqil Umar.

“Kehadiran dari pemerintah dalam kegiatan hari ini merupakan support moral bagi kami, maka dari itu kami sampaikan banyak terima kasih,” katanya.

Ditambahnya, Rumah tahfidz bani Aqil Umar sudah didirikan dan diresmikan pada 2018 dengan semangat dan dukungan dari masyarakat desa, sehingga wadah dalam pembelajaran ilmu agama dapat mendirikan gedungnya sendiri.

“Sebelumnya pelaksanaan belajar membaca dan menghafal Alquran dilaksanakan di rumah Masda, dan alhamdulilah berkat dukungan pemerintah serta dari elemen masyarakat lainnya dapat mengumpulkan dana sehingga mampu membuat gedung belajar yang kita resmikan saat ini,” tambahnya.(fji)

Rekomendasi Berita