oleh

Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an Baksos

LINGGAU POS ONLINE – Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an memiliki kegiatan sosial pada Ramadan 1440 Hijriah. Para guru dan peserta didik Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an berbagi pada yang membutuhkan. Pemilik Rumah Tahfidz, Septiyani menjelaskan ia mengajak guru dan peserta yang belajar di rumah tahfidz untuk berbagi takjil setiap hari kepada warga/masjid sekitar lingkungan rumah tahfidz selama 30 hari Ramadan. Tepatnya di Jalan Depati Said, Kelurahan Ulak Lebar II (Samping Mars Mart).

“Kami juga dua kali mengadakan kegiatan buka bersama. Pertama sudah kita laksanakan Jumat pekan lalu dan pelaksanaan berikutnya Jumat pekan depan bersama 100 anak di lingkungan sekitar. Kami juga memberikan bantuan tebar paket berkah buku tulis kepada anak-anak yatim piatu/dhuafa. Dan juga pemberian santunan kepada anak yatim dan sembako kepada fakir miskin sekitar Kelurahan Ulak Lebar, Pelita Jaya dan sekitarnya,” jelasnya.

Selain itu, ada 20 paket berkah buku tulis dan perlengkapan serta masing-masing lima santunan/sembako untuk fakir miskin dan anak yatim yang diberikan setiap pekannya. Menurut Septiyani, santunan dan paket berkah yang diberikan ini merupakan infaq dari anak didik TPA Al Qudwah dan 70 anak-anak Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an.

“Awalnya baksos ini dari dana pribadi tapi tak mampu banyak. Kemudian kami mengajak anak-anak menyisihkan uang jajan Rp 500 rupiah per hari, tidak boleh minta dengan orang tua. Benar-benar uang jajan mereka sendiri, tapi ini diwajibkan bagi yang mampu saja. Dan Alhamdulillah juga ada wali santri dan muhsinin hamba Allah yang turut bantu. Memang belum banyak, tapi mudah-mudahan berkah dan bermanfaat. Semoga ke depan kehadiran kami bisa memberikan kemaslahatan bagi umat, menanamkan jiwa kepedulian yang tinggi kepada anak-anak terhadap sesama, mari semangat menghafal dan beramal bersama Alquran,” ungkap wanita yang setiap harinya berprofesi sebagai guru honor di salah satu sekolah swasta di Kota Lubuklinggau ini.

Septiyani juga menjelaskan banyak program-program yang digagas rumah tahfidznya, diantaranya program rihlah, memanah, dan program berkunjung ke panti asuhan dan panti jompo. “Berkunjung ke panti jompo agar menanamkan rasa cinta, bakti kepada orang tua. Jangan sampai orang yang sangat berjasa dalam hidup kita, ketika masa tua kita sia-siakan justru dititip ke panti jompo. Padahal mereka adalah kunci surga kita. Sedangkan program ke panti asuhan agar mereka lebih mensyukuri nikmat Allah, mengingatkan diri yang beruntung tinggal bersama orang tua, dan agar mereka peduli kepada sesama. Dan kedua program ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat insya Allah,” paparnya.

INZET : Kegiatan buka bersama peserta didik Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an, Jumat (24/5). FOTO : ISTIMEWA

Pada kesempatan ini, Septiyani juga mengucapkan terima kasih kepada para muhsinin, orang tua wali yang sudah memberikan bantuan untuk progran dan kegiatan Rumah Tahfidz ini. “Mohon doa dan dukungannya dari semua agar ke depan kami bisa terus istiqomah dalam membumikan Alquran, mencintai Alquran, belajar, menghafal, beramal, berakhlak dengan Alquran hingga akhir hayat insya Allah. Semoga Allah membimbing kita semua serta anak keturunan kita untuk menjadi ahlul Quran, cinta Alquran mau menghafal, berakhlak, serta beramal dengan Alquran. Amin,” harapnya.

Tahun ini Rumah Tahfidz Hidaayatul Qur’an yang menyiapkan generasi qurani luhur dalam budi, tinggi dalam prestasi, inspirasi, bermanfaat dan bermartabat masih menerima santri dari usia PAUD/TK sampai umum. “Insya Allah bakda lebaran ada kelas khusus khusnul khootimah (ibu-ibu umur 40 tahun ke atas). Karena siapapun bisa menjadi penghafal Alquran, karena Allah sudah berjanji : “Dan sungguh telah Kami mudahkan untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran”. (Q.S. Al-Qamar:17) bahkan diulang sebanyak 4 kali,” jelasnya.

Luruskan niat, tambahnya, karena mengharap bertemu wajah Allah dan mengikuti sunah Rasulullah, minta kepada Allah agar dimudahkan, akrabkan diri dengan Alquran (perbanyak frekuensi membaca Alquran), perbanyak zikir dan istighfar, bersihkan hati, serta beramal dan berakhlaklah dengan Alquran. “Mudah-mudahan kita menjadi orang yang beruntung, spesial yakni menjadi keluarganya Allah (Akhlul Quran) sebagaimana yang disebutkan dalam hadist,” tutupnya. (rrf)

Rekomendasi Berita