oleh

Rumah Songket Kenalkan Motif Terbaru

LINGGAU POS ONLINE, KENANGA – Rumah Songket dan Batik Lubuklinggau hadirkan produk terbaru motif salur durian. Owner Rumah Songket dan Batik Lubuklinggau, Yudi mengatakan Rumah Songket dan Batik Lubuklinggau, telah pindah tempat produksi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II sebelumnya di Kelurahan Amula Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Rumah Songket dan Batik Lubuklinggau membuat songket dan batik khas Lubuklinggau dan menjual.

“Telah memproduksi delapan motif songket dan 18 batik dengan bermacam-macam motif khas durian. Sekarang ada produk terbaru motif salur durian,” kata Yudi.

Adapun motif songket yang lama yakni motif Durian Berantai, Durian Cempuk, Durian Limar Cantik Manis, Durian Dodot, Durian Limar Kandang, Durian Tali harganya bervariasi untuk harga cowok lebih murah dan dibandingkan cewek.

Ide nama motif berasal dari Palembang hanya diganti motif kalau Palembang khas dengan khas bunga China sedangkan Kota Lubuklinggau khas dengan motif durian.

Ia mengaku ide awal buka Rumah Songket dan Batik Lubuklinggau, dengan ciri khas durian, pada 2015 pelaku usaha industri kerajinan diundang Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Hj Yetti Oktarina Prana. Yetti Oktarina menyatakan setiap daerah harus memiliki ciri khas daerah sehingga disepakati buat batik dan songket motif durian karena sebelumnya sudah ada industri kopi durian.

Rumah Batik dan Songket Lubuklinggau milik pribadi tetapi dibawah binaan Dekranasda Kota Lubuklinggau dan diberi dukungan langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

“Saat ini minat songket dan batik durian sangat tinggi. Songket terjual 5 dan 80 batik rata-rata per bulan. Konsumen berasal dari bermacam-macam daerah,” tambahnya.

Yudi mengaku penenun asli warga Kota Lubuklinggau. Sedangkan bahan didatangkan dari Palembang.(AE03)

Rekomendasi Berita