oleh

Ruko Dibangun di Atas Lahan Sawah

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Dalam 10 tahun terakhir, areal persawahan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) makin berkurang. Apa penyebabnya? Diduga areal persawahan di daerah irigasi Kecamatan Muara Kelingi, Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Muara Beliti beralih fungsi menjadi Rumah Toko (Ruko), pemukiman penduduk dan kolam ikan air deras.

Banyak Ruko juga dibangun di atas lahan sawah. Menurut Kades Satan, Gufron, di desanya sejak 2000 lalu hingga sekarang sudah ada 300 Hektare (Ha) sawah beralih fungsi menjadi kebun karet, sawit, sayur-sayuran.

“Tapi setelah ada perbaikan irigasi sebelumnya banyak terjadi kebocoran, lahan-lahan perkebunan sudah kembali menjadi sawah,” jelas Gufron pada Linggau Pos, Senin (11/6).

Ghufron menambahkan jika dirinci tinggal 25 Ha lagi kebun karet dan sawit. Saat ini, tidak ada masalah lagi mengenai alih fungsi lahan di desa kami karena seluruh areal persawahan sudah teraliri semua

Secara terpisah, Ketua Umum Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) Kabupaten Mura, Joko mengatakan banyaknya areal persawahan yang beralih fungsi disebabkan tingginya biaya untuk bercocok tanam.

Sehingga, kata dia, banyak petani memilih beralih pekerjaan, karena hasil panen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Memang banyak ruko berdiri di eks lahan persawahan seperti di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi dan Sumberharta serta Muara Beliti,” jelas Joko.

Selain ruko, areal persawahan banyak disulap menjadi pemukiman dan kolam ikan air tawar.

“Banyak petani yang beranggapan, beternak ikan lebih menjanjikan dibandingkan menanam padi,” ucapnya.

Joko menjabarkan alih fungsi lahan ini sudah jelas menyalahi tata ruang dan mestinya untuk alih fungsi lahan apalagi persawahan, harus mendapatkan izin pemerintah.

“Kalau ini, dibiarkan terus maka produksi padi di Mura akan terus merosot. Selama ini produksi padi di Mura terus berkurang, bukan hanya disebabkan lahan pertanian yang beralih fungsi, tetapi juga banyak petani kurang berminat menanam padi. Sebab penghasilan didapatkan petani, tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan,” papar Joko menambahkan, sejumlah contoh terus berkurangnya areal persawahan di Mura seperti di Desa M Sitiharjo. Di sana ratusan sawah beralih fungsi menjadi kebun ubi.

Sementara di Desa Q1 Tambah Asri ada 150 hektar banyak sawah yang beralih fungsi menjadi perkebunan karet dan ubi. (04)

Rekomendasi Berita