oleh

RT/RW Mengadu ke Ketua DPRD

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Tak puas aspirasi belum terpenuhi membuat puluhan Ketua RT/RW kembali mengadu. Kali ini mereka mendatangi Ketua DPRD Empat Lawang, H David Hadrianto Aljufri (HDA) di Posko Pemenangan HDA, Jumat (22/12).

Sebelumnya para RT/RW mengadukan permasalahan pemecatan para RT/RW ke kantor DPRD Empat Lawang.

Hasbi selaku koordinator para RT/RW saat menyampaikan keluhan dihadapan ketua DPRD Empat Lawang mengatakan, jika pemecatan para RT/RW ini di duga adalah pemecatan sepihak. Sebab banyak kejanggalan di SK pemecatan.

“Kami ke sini pak ketua DPRD Empat Lawang untuk menuntut hak kami, lalu kembalikan SK kami yang masih berlaku,” ujar Hasbi, Jum’at (22/12).

Pemecatan tersebut menurut pihaknya, hanya akal-akalan pihak kelurahan untuk menjadi dasar pemecatan, sebab seluruh ketua RT/RW yang dipecat, masih panjang masa jabatannya dan dipilih oleh warganya.

“Kami tidak ada tuntutan lain selain pencabutan SK pemberhentian yang dibuat sewenang-wenang oleh oknum lurah. Silakan diberhentikan, jika memang habis masa jabatan, kami hanya minta hak kami selaku Ketua RT/RW, diteruskan sampai masa jabatan kami benar-benar berakhir,” tegasnya.

Safarudin Ketua RW dari kelurahan pasar mengaku, heran dengan pemecatan yang dilakukan pihak kelurahan. Sebab dari enam kelurahan di Kecamatan Tebing Tinggi hanya satu Lurah yang tidak mau meneken SK tersebut yakni Lurah Tanjung Makmur.

“Lurah Tanjung Makmur itu siap mati dan siap dipindahkan karena tidak mau meneken SK tersebut. Ini ada apa, tidak mungkin kalau SK tersebut dibuat pihak kelurahan sedangkan lurahnya tidak mau meneken,” cetusnya.

Dirinya beranggapan, pihak kelurahan itu merupakan boneka oknum pemerintahan, karena tidak tahu dengan aturan semuanya meneken SK tersebut. Karena ada hal aneh yang kami rasakan dengan pemecatan para RT/RW.

“Kami juga tidak mau asal tunjuk-tunjuk saja setelah pemecatan ini. Kami ingin ada pemilihan langsung oleh masyarakat,” pintanya.

Sementara itu Ketua DPRD Empat Lawang, H David Hadrianto Aljufri terlebih dahulu meminta maaf, karena saat itu ada acara monas Golkar di Jakarta.

“Pertama saya minta maaf saat aksi damai kemarin saya tidak ada, sebab ada acara. Namun saya sudah mengetahui permasalahannya,” tuturnya.

Dirinya, kata HDA, akan membuat surat kepada Bupati Empat Lawang, agar memanggil Lurah dan ditemui dengan dirinya.

“Saya nanti akan juga minta Lurah berbicara mengenai aturan pemecatan RT/RW,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut HDA, saat pandangan fraksi nantinya, fraksi Golkar akan menyampaikan juga permasalahan ini. Nanti pihak kelurahan akan diminta juga alasan pemecatan tersebut.

“Nanti kita dengar apa alasan mereka (pihak kelurahan, red) melakukan pemecatan,” tegasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita