oleh

RSUD Rupit Dituding Tolak Pasien Tertimpa Pohon

LINGGAUPOS.CO.ID – Korban Yusdi (45) warga Desa Maur Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), yang luka parah akibat tertimpa puing rumahnya yang hancur ditimpa pohon, diinformasikan sempat ditolak RSUD Rupit.

Alih-alih mendapat pertolongan pertama, setelah kepalanya cidera dan tangan kanannya patah, Yusdi malah diminta langsung dibawa ke Lubuklinggau. Hingga akhirnya dirawat di RS di Lubuklinggau.

Kahar, Kepala Dusun 5, yang mengantarkan korban Yusdi ke RSUD Rupit menjelaskan, begitu sampai di rumah sakit, sama sekali tidak mendapatkan perawatan medis.

“Langsung disuruh membawa ke Linggau, dengan alasan alat-alat tidak memadai, tidak ada alat rotgen jelas perawat di sana,” jelasnya.

Karena itulah, pihaknya langsung membawa Yusdi ke Lubuklinggau, menggunakan mobil pribadi, tanpa sempat mendapatkan pertolongan pertama dari RSUD Rupit.

“Langsung kami bawa, karena korban sekarat dan butuh pertolongan,” jelasnya.
Sesampainya di Lubuklinggau, ditambahkan Kahar, korban langsung ditangani dan langsung diberi pertolongan pertama.

“Alhamdulillah sekarang korban sudah sadarkan diri,” tutur Kahar.

Terpisah Humas RSUD Rupit, Mas Fandi membantah pihaknya menolak pasien. “Kami tidak menolak pasien, namun kami menjalankan prosedur yang berlaku atau SOP sebelum menangani pasien,” jelasnya.

Mas Fandi mengatakan, cidera yang dialami korban di bagian kepala, sehingga perlu tatalaksana lanjut, seperti CT Scan.

Sementara di RSUD Rupit alatnya tidak ada.
“Jadi dikasih pilihan, mau kami yang merujuk namun lama karena menunggu proses dahulu, atau berangkat sendiri ke Lubuklinggau,” katanya.

Ternyata keluarga memilih untuk berangkat sendiri ke Lubuklinggau, tanpa ada penanganan dari RSUD Rupit. “Kami memang ada sumpah demi keselamatan nyawa pasien pastinya, tapi dalam melakukan, kami juga ada SOP yang harus dijalankan,” jelasnya.(*)

Rekomendasi Berita