oleh

RS Siloam Silampari Berstandar Internasional

KEMARIN (11/1), Siloam Hospitals Silampari atau Rumah Sakit (RS) Siloam yang terletak di Kompleks Lippo Plaza Lubuklinggau ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin. Peresmian ditandai dengan pemukulan doll juga pemotongan pita rangkaian bunga pintu masuk RS Siloam.

Momen ini dihadiri President Komisaris Siloam Hospitals Group Theo L Sambuaga, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Ketut Budi Wijaya, Wakil President Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Perwakilan Kejati Palembang, Sekda Kota Lubuklinggau H Rahman Sani, Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti, Kejari Lubuklinggau Hj Zairida, jajaran FKPD Kota Lubuklinggau dan masih banyak lagi.

Penting diketahui, bahwa kehadiran RS Siloam tujuannya untuk lebih melengkapi pelayanan rumah sakit di Kota Lubuklinggau. Sehingga Kota Lubuklinggau lebih mandiri dalam pelayanan kesehatan melalui pelayanan rumah sakit. RS Siloam ini, memiliki 21 dokter spesialis, 8 dokter, 52 perawat, bidan 52, serta 139 tenaga kesehatan profesional dan tenaga non klinis.

“Kami berharap, dengan dibukanya RS Siloam Silampari akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Dalam waktu dekat, mohon doanya agar kami bisa melayani pasien BPJS Kesehatan,” tutur Direktur Siloam Hospitals Silampari, dr Mgs Johan T Saleh, saat Peresmian Siloam Hospitals Silampari, di Kompleks Lippo Plaza Lubuklinggau, Kamis (11/1).

Dr Mgs Johan T Saleh mengatakan, ia memohon doa kepada masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya, agar RS Siloam akan terus berkembang.

“Sehingga janji kami untuk kualitas internasional akan kami capai lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. RS Siloam Lubuklinggau ini cabang ke-32 di Indonesia, keempat di Sumatera dan kedua di Sumsel. RS Siloam pada dasarnya melayani sebanyak mungkin masyarakat, khususnya di Sumatera dan di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Lippo Group James T Riady menerangkan, bahwa kelompok Lippo bergerak di begitu banyak sektor. Mayoritas dibidang jasa. Mulai pembangunan perumahan, mall, kota baru.

“Ya begitu banyak hal yang kami lakukan di sembilan negara dari Indonesia sampai di Amerika. Tetapi tidak ada kegiatan yang lebih membawa sukacita yang mendalam. Daripada melihat dibukanya rumah sakit maupun sekolah di tempat yang jarang masuk radar di Jakarta ini (Kota Lubuklinggau, red). Nah, karena itulah saya juga nggak tahu, kenapa kok bisa ke Kota Lubuklinggau. Karena masih banyak tempat besar lain, yang kita masih belum hadir. Kita anggap ini suatu panggilan. Kita anggap dengan beradanya RS Siloam di sini, bukan semata satu kegiatan ekonomis, tapi sungguh-sungguh adalah suatu aspirasi kami untuk di daerah tetap bisa melayani,” tutur James T Riady.

Dunia sekarang, jelasnya, masuk ke dalam globalisasi, berarti dunia bebas bersaing secara ketat dan sengit. Berarti tidak ada jalan lain, kecuali harus memberdayakan atau ikut dalam menerima kenyataan dunia globalisasi. Di dalam dunia globalisasi kita harus bisa efisien, produktif dan bersaing.

“Kalau lihat ranking di dunia soal persaingan, faktor utama persaingan adalah keseluruhan antara pemerintah dan masyarakat, yang menjadikan seseorang yang hidup di komunitas dan kota itu nyaman dan simpel. Nah, kedua itu seluruh lembaga berfungsi, baik kabupaten maupun kota. Dan sesudah itu, yakni sistem pendidikan. Setelah itu sistem kesehatan,” paparnya.

Karena itulah, James T Riady merasa ini suatu istimewa untuk Lippo Group. Khususnya Siloam, bisa berkesempatan ambil bagian di Kota Lubuklinggau. Ia berharap, semoga kehadiran RS Siloam sungguh bisa membawa manfaat.

“Siloam punya beberapa pilar. Pertama, emergency. Setiap malam ada orang tua dan bayi yang pasti sakit, dan bingung mau lari ke mana. Dari awal RS Siloam dibuka, saya minta semoga emergency UGD Siloam ini bisa secara efektif menstabilkan pasien yang terkena serangan jantung, serangan otak dan kecelakaan besar. Ini satu hal yang saya minta semoga budaya responsif sistem yang mampu bisa dengan cepat menstabilkan pasien yang kena serangan begitu. Sehingga benar-benar bisa membawa manfaat ke Lubuklinggau. Karena saya dengar seringkali kalau ada pasien sakit serius begitu, harus dirujuk ke Palembang, Jakarta bahkan Singapore. Semoga dengan kerjasama RS pemerintah dan swasta di Lubuklinggau, pasien yang mengkhawatirkan ini tak harus dibawa ke luar kota. Jadi emergency ini pondasi kami,” tuturnya.

Lalu, jelasnya, equipment di Siloam ini cukup lengkap. Hampir untuk segala hal yang dibutuhkan ada. Juga bekerja sama jaringan sistem dengan Jakarta, Palembang dan Luar Negeri.

“Karena di Singapura kami ada 100 klinik, melayani 1,4 juta warga Singapura, 4 rumah sakit di Myanmar, 12 di Jepang, di RRC dan kita sedang membuka RS di Vietnam. Jadi jaringan yang ada, biarlah jadi bagian yang sudah melekat di Lubuklinggau. Lalu yang lebih penting lagi, filsafat kerja sama dengan para dokter. Yang menjadikan kepemilikan semua ini bukan hanya administrator dan orang keuangan, tapi justru dokter, spesialis, dan perawat dan semua staf medis di Siloam,” pintanya.

James T Riady mengatakan, Siloam ini pasti di awal banyak kekurangan. Sehingga, ia mohon masukan, supaya RS Siloam tahu mana yang bisa diubah dan dirapikan.

“Dengan hadirnya beberapa RS Siloam ini, Lubuklinggau akan lebih mandiri dalam layanan kesehatan. Sehingga ekonomi Lubuklinggau terus dibangun,” harapnya.

Apresiasi dari Pemkot Lubuklinggau atas berdirinya RS Siloam disampaikan Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe diwakili Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani.

Menurutnya, semakin banyak rumah sakit di Lubuklinggau, semakin banyak masyarakat terlayani kebutuhan kesehatannya. Masyarakat juga memiliki banyak pilihan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Pemkot Lubuklinggau menyadari kebutuhan kesehatan masyarakat semakin tinggi. RS Siloam dengan bekal pengalaman yang mumpuni, maka Walikota berkeyakinan RS Siloam bisa melakukan layanan kesehatan terbaik dengan fasilitas memadai. RS Siloam juga bisa memberikan peluang bagi SDM bidang kesehatan Kota Lubuklinggau untuk mengembangkan kariernya di rumah sakit tersebut.

Pemkot Lubuklinggau juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada RS Siloam, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembangunan RS ini. Atas inisiatif dan niatan yang tulus untuk membangun sebuah pusat layanan kesehatan di Kota Lubuklinggau.

RS Siloam yang sudah menyiapkan 145 bed dengan 21 dokter spesialis, 8 dokter umum, dan 52 tenaga medis lainnya mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin.

“Insya Allah RS ini akan semakin mengangkat Kota Lubuklinggau ke kelas yang lebih atas lagi. Saya masih ingat saat membangun Siloam Sriwijaya 2012 lalu. Di Palembang Icon, luar biasa pro dan kontra. Tapi akhirnya masyarakat bisa mengerti bahwa ini untuk kebutuhan masyarakat sendiri. Sudah saatnya kita memiliki RS yang berstandar interasional,” jelasnya.

Mengapa Lubuklinggau dipilih, menjadi salah satu fasilitas RS Siloam, sementara kota lain banyak yang lebih besar. Baik di Sumatera dan Pulau Jawa belum ada. Gubernur sepakat dengan ungkapan CEO Lippo Group, James T Riady bahwa ini adalah panggilan.

“Kalau seandainya ada 10 orang seperti James T Raidy mungkin kita bisa lebih cepat lagi, sejahtera. Tahun ini dibuka lagi 10 rumah sakit. Bahkan sampai ke Amerika ada jejak-jejak Lippo Group dibidang kesehatan, ini suatu hal yang luar biasa. Nah, kepada rumah sakit yang sudah ada di Lubuklinggau, jangan dijadikan RS Siloam sebagai persaing. Tapi ini mitra bersama dalam membangun bidang kesehatan di Kota Lubuklinggau. Dan RS ini saya yakin, bukan hanya untuk Kota Lubuklinggau saja. Tapi juga untuk masyarakat di luar Lubuklinggau.(22)

Komentar

Rekomendasi Berita