oleh

RS Siloam Bantah Berikan Pelayanan Tidak Maksimal

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Direktur Rumah Sakit (RS) Siloam Silampari, dr Mgs Johan T Saleh, MSc mengatakan kalau pihaknya tidak membedakan antara pasien BPJS dan umum. Saat ini RS Siloam telah melayani 2.891 orang pasien BPJS Kesehatan, dengan rincian 2.294 orang pasien rawat jalan dan 597 orang pasien rawat inap.

“Ini membuktikan komitmen kami untuk terus melayani pengguna BPJS,” kata Johan, Selasa (2/10).

Menurutnya, BPJS Kesehatan merupakan salah satu program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Karena, dengan adanya program tersebut dapat membantu masyarakat, dalam hal pelayanan kesehatan baik itu di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas. Hingga, di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) seperti rumah sakit.

Sehingga, RS Siloam sejak Mei 2018 telah membuka dan menerima pelayanan BPJS Kesehatan, bagi masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Hal ini, sesuai salah satu visi Siloam, yaitu Scale yang memiliki makna memberikan pelayanan yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Maka, RS Siloam Silampari tidak membeda-bedakan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, baik yang menggunakan BPJS Kesehatan, asuransi swasta, jaminan perusahaan maupun pembayaran secara pribadi. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik itu secara medis ataupun administrasi.

“RS Siloam Silampari akan terus berbenah diri untuk menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya,”jelasnya.

Seperti diketahui, Pelayanan RS Siloam dikeluhkan anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, Ropali, karena istrinya yang tengah sakit parah dianggap sakit ringan.

Menurut keterangan Ropali, Minggu (30/9), dirinya membawa istrinya Risma Tut (43) untuk berobat ke RS Siloam. Kemudian, sekitar pukul 08.30 WIB tiba di ruang perawatan, selanjutnya ditanya oleh petugas yang menanganinya, apakah menggunakan BPJS atau umum. (rls/aku)

Rekomendasi Berita