oleh

RS Dr Sobirin Lakukan Perombakan Total

Siap Hadapi Penilaian Akreditasi

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus melakukan pembenahan mulai dari manajemen, pelayanan hingga bangunan fisik. Perombakan secara total dilakukan untuk menghadapi penilaian akreditasi rumah sakit.

Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KAR) yang merupakan lembaga independen yang diminta oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan penilaian akreditasi rumah sakit dijadwalkan akan ke RS Dr Sobirin, 7-9 November 2017.

Direktur RS Dr Sobirin, dr RHM Nawawi Akip mengatakan, persiapan ini bukan hanya untuk menghadapi akreditasi saja.

“Tapi harapan kita kedepan rumah sakit ini (Dr Sobirin,red) tetap menjadi tujuan dari orang-orang yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan karena kita sadari rumah sakit di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas ini ada rumah sakit rumah sakit lain dan akan ada pertumbuhan-pertumbuhan rumah sakit lain, maka dari itu artinya harus bisa meningkatkan pelayanan baik dari segi sarana dan prasarana,” katanya kepada Linggau Pos kemarin.

Menurutnya, pembenahan yang dilakukan di RS Dr Sobirin dari segala aspek yakni aspek klinis, manajemen termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), juga aspek keselamatan pasien.

“Dari sarana dan prasarana jelas kelihatan, terkadang kita khawatir pasien jatuh ketika akan masuk rumah sakit karena lantainya bergelombang. Artinya ini keselamatan pasien dan keluarga tidak bagus. Maka lantai parkir diperbaiki dan ada bangunan di dekat parkir kita robohkan karena menimbulkan kesan kumuh. Mungkin yang selama ini ada kesan yang negatif dengan rumah sakit ini dengan adanya pembenahan maka hal-hal yang negatif itu akan hilang. Fasilitas kesehatan di RS Dr Sobirin saat ini sudah aman dan nyaman, kita jamin itu,” paparnya.

RS Dr Sobirin memiliki 165 tempat tidur yang terdiri dari utama, VIP, kelas I, kelas II dan kelas III. Ruangan utama fasilitasnya seperti hotel bintang lima.

“Namun jangan khawatir harganya tetap kaki lima,” ucap mantan Kadinkes Kota Lubuklinggau.

Ia memastikan RS Sobirin tidak kekurangan pegawai. Saat ini jumlah pegawai RS Dr Sobirin 559 orang, yang terdiri dari 14 dokter spesialis, 21 dokter umum.

“Peralatan medis kita lumayan, untuk perawatan dan tenaga medis kita masih unggul baik laboratorium, kamar bedah, ICU. Ruang ICU RS Dr Sobirin yang terbaiki. Tahun 2016, RS Dr Sobirin dapat Sertifikat Rumah Sakit Sayang Ibu tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” sebutnya.

Dari 559 pegawai tersebut di luar training service dan security. Keamanan dan kenyamanan pasien diutamakan tamu yang berkunjung ke RS Dr Sobirin tidak sembarangan bisa masuk. Tamu-tamu yang berkunjung ke RS Sobirin diberikan kartu tanda pengenal sebagai tamu. Pengunjung dibatasi, anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun tidak diperkenankan masuk.

“Ini dilakukan untuk menjaga keamanan kenyamanan pasien. Begitu pasien sampai di rumah sakit kita jamin kenyamanan, keamanannya. Selama pasien berada di rumah sakit istirahat, menikmati proses pengobatan, sehingga sembuh sempurna. Pelayanan RS Dr Sobirin tidak akan mengecewakan,” jelasnya.

Nawawi Akip yakin RS Dr Sobirin akan mendapatkan akreditasi paripurna yang merupakan akreditasi tertinggi.

“Kita yakin dan percaya dengan pembenahan yang dilakukan selama ini, menurut kami benar-benar sudah maksimal boleh dikatakan persiapan sampai berdarah-darah. Kita yakin dan percaya insya Allah akan terakreditasi paripurna,” harapnya.

Menurut Nawawi Akip, sebelumnya tim dari KAR sudah melakukan simulasi di rumah sakit yang ia pimpin itu. Dan pihaknya sudah mendapatkan penilaian simulasi tersebut. Dari penilaian itu pihaknya melakukan pembenahan apa yang dianggap kurang.

Ketua Tim Akreditasi RS Dr Sobirin, dr Yudi Arimarsa mengatakan persiapan untuk akreditasi sudah lama dilakukan. Namun untuk pembangunan fisik dalam waktu 6 bulan ini sangat pesat sekali. Secara fisik mulai dari lapangan parkir, UGD, ruang pendaftaran dan ruang-ruang yang lain.

“Secara SDM kita membentuk 15 pokja masing-masing punya tugas untuk mempersiapkan akreditasi. Akreditasi ini meliputi dokumentasi yang harus kita persiapkan sampai 1.300 elemen sesuai dengan elementasinya di ruangan. Mudah-mudahan dengan persiapan yang cukup singkat ini RS Sobirin dapat meraih akreditasi paripurna. Ada beberapa tipe akreditasi yakni paripurna, utama, madya dan dasar. Kita berusaha supaya paripurna yang merupakan akreditasi tertinggi,” kata Dokter Spesialis Bedah ini.

Pantauan Linggau Pos di RS Dr Sobirin terlihat dirombak total, lapangan parkir lebih luas karena bangunan di areal parkir dibongkar, lantai parkir sudah dicor beton dan diaspal. Masuk ke ruang UGD suasananya sangat berbeda, lantai ruangan pun dicat sehingga terlihat bersih dan rapi.

Dr Nenden yang merupakan dokter jaga IGD menjelaskan, di lantai UGD ada petunjuk arah jalur perawatan. Jalur ini menunjukkan arah tempat perawatan yakni untuk pasien gawat darurat harus ditangani segera, dan pelayanan kebidanan. (08)

Komentar

Rekomendasi Berita