oleh

RS AR Bunda Lubuklinggau Berbagi Solusi Bagi yang Merindukan Momongan

LINGGAU POS ONLINE- Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau sukses mengadakan Seminar Penanganan Infertilitas Terkini, Solusi Bagi Anda yang Merindukan Momongan, Minggu (24/11). Ratusan peserta dari Palembang, Bengkulu, Muratara, Musi Rawas dan Lubuklinggau mengikuti seminar yang dihelat di Ballroom Grace, Hotel Dewinda Lubuklinggau.

Acara yang dipandu MC Patoni dan Yulike itu dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau Deasy Novia, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lubuklinggau dr Dwiyana Sulistyaningrum, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lubuklinggau Nurmalina dan tim dari Bank Syariah Mandiri.

Nurmalina mengatakan beruntung ada RS AR Bunda yang mengadakan kegiatan ini. Terlebih gratis. Sebab, jika bidan mengikutinya biasanya harus ke Palembang, biayanya bisa sampai ratusan ribu.

“Karena ikut seminar ini, bidan bisa dapat 1 SKP. Apalagi ilmunya langsung dari Prof. Dr. dr Budi Wiweko. Ini kesempatan berharga,” tuturnya.

Komisaris PT AR Muhammad, dr Wahyu Pranata, Sp.OG mengatakan tingginya kasus infertilitas di Mura, Muratara, Rejang Lebong, Jambi dan sekitarnya membuat RS AR Bunda Lubuklinggau mengadakan seminar tersebut. Tujuannya, agar masyarakat, khususnya peserta lebih mengerti tentang infertilitas dan tahu kapan waktu terbaik ambil tindakan, dan datang ke tempat orang yang sesuai dengan kompetensinya.

Apa yang diharapkan dr Wahyu Pranata, Sp.OG dijawab dengan gamblang dalam paparan materi Dr. dr Budi Wiweko Sp.OG-K FER. Dokter yang pernah memimpin Puskesmas Taba Lubuklinggau Tahun 1997-2000 itu memaparkan betapa sulit perjuangan sperma membuahi sel telur.

“Setiap kali ejakulasi, seorang pria bisa mengeluarkan sekitar 15 juta per cc. Jumlahnya sekitar 75 juta sperma. Tapi dalam proses perjuangannya, kadang hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur. Bahkan kadang tak juga berhasil, “ terang dr Wiweko.

Jika pasangan suami istri, rutin melakukan hubungan tanpa kontrasepsi lebih dari 1 tahun tak juga dapat momongan, dr Wiweko menegaskan yang musti diperiksa lebih awal adalah bapaknya. Bukan ibunya.

Sebab syarat kehamilan, adalah sel telur matang, sperma yang lincah dan saluran telur yang terbuka. Ciri sel telur tidak matang, menstruasi ibunya tidak teratur. Seperti, haidnya 4 bulan sekali dan sebagainya.

Lalu, saluran telur. Kalau sampai saluran telur tersumbat kiri dan kanan, maka sperma tak bisa menjumpai sel telur.

Kalau pembuahan tidak juga terjadi. Maka bisa inseminasi. Biasanya inseminasi dipilih ketika sperma tidak mampu membuahi sel telur. Maka sperma dicuci dipilih yang bagus-bagus saja. Lalu disemprotkan ke dalam rahim. Kemudian spermanya akan berusaha menemukan sel telur sehingga terjadilah pembuahan. Inilah proses inseminasi yang juga tersedia di Poli Kebidanan RS AR Bunda Lubuklinggau.

Namun tak jarang gagalnya pembuahan disebabkan kista. Ciri kista dalam rahim, biasanya haidnya tidak lancar, darah haid banyak, rentang waktu haid lama lebih dari dua minggu, bahkan saat haid bisa sampai masuk UGD. Ada seorang ibu menderita kista 10 cm dalam rahimnya. Kista itu harus diangkat dengan cara operasi bedah rahim. Setahun setelah operasi, akhirnya sang ibu bisa hamil.

Kedua, dr Wiweko memaparkan adanya Kasus Miom. Jika kecil, miom memang tak menyebabkan sakit. Namun jika sudah besar, Miom bisa menghambat kehamilan. Apalagi miom letaknya di rongga rahim. Keluhannya, pasien akan pendarahan yang luar biasa banyak.

“Soal miom, operasinya tak harus dengan sayatan di perut si ibu. Operasinya lewat vagina, alatnya dimasukkan ke dalam rahim. Setelah operasi, sang ibu bisa hamil normal,” jelasnya.

Dr Wiweko juga mengingatkan, agar para calon ibu maupun ibu yang ingin mendapatkan momongan, mencegah konsumsi obat pelangsing, karena bisa memicu monopause. Dan ingat, usia wanita diatas 37 tahun biasanya sel telurnya sudah mulai sedikit. Sementara para bapak, hindari menaruh handphone di celana. Karena bisa mengganggu kualitas sperma.

“Ingat, kehamilan ini rahmat dan takdir dari Allah. Namun, kita harus berusaha untuk dapat kehamilan yang baik. Caranya bisa konsultasi ke Poli Kebidanan RS AR Bunda Lubuklinggau bersama dr Wahyu Pranata, Sp.OG,” terangnya.

Poli Kebidanan di RS AR Bunda Lubuklinggau saat ini sudah memiliki ruangan khusus. Sehingga ruang administrasi, ruang tunggu, layanan tidak lagi tercampur dengan pasien umum.

Poli Kebidanan juga dilengkapi ruang bersalin VIP, foto bayi setiap Sabtu, senam ibu hamil setiap Sabtu, USG 5 Dimensi, dan print wajah bayi 3D.

Manajemen RS AR Bunda Lubuklinggau Angga Saputra SE menambahkan, RS AR Bunda Lubuklinggau yang sudah enam tahun berdiri juga terus melakukan peningkatan pelayanan maupun fasilitas kesehatan.

“Tahun 2019 ini kami tambah 80 tempat tidur untuk rawat inap pasien. Sehingga tempat tidur di RS AR Bunda Lubuklinggau ada 260. Untuk kelas 3, 2, 1, VIP, VVIP dan President Suite,” imbuhnya.

Laporan Sulis

Rekomendasi Berita